Menteri Pertanian Temukan 212 Merek Beras Diduga Oplos, Ini Cara Membedakannya

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan 212 merek beras yang diduga melakukan praktik oplos, yaitu mencampur beras premium dengan beras biasa.

Untuk membantu masyarakat membedakan beras oplosan dengan beras premium, Amran membagikan tips sederhana.“Cara paling mudah adalah melihat patahan beras.

Beras premium memiliki lebih banyak butir utuh dibandingkan patahan, dengan kadar air sekitar 14%,” ujar Amran di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menambahkan, beras premium umumnya memiliki sedikit patahan. “Jika kadar patahan mencapai 25%, itu sudah pasti beras medium,” jelasnya.

Selain itu, harga juga bisa menjadi indikator. Beras premium biasanya dijual pada kisaran Rp14.000–Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp12.000 per kilogram.

Mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, parameter mutu beras mencakup derajat sosoh minimal 95% dan kadar air maksimal 14% untuk semua kategori beras, termasuk premium, medium, submedium, dan pecah. Dengan tips ini, masyarakat diharapkan dapat lebih cerdas memilih beras berkualitas dan terhindar dari praktik oplosan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait