Prabowo Komitmen Entas Kemiskinan melalui Sekolah Rakyat, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih

Harus Baca

Presiden Prabowo Subianto. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/Pool)

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memuliakan masyarakat miskin dan memutus rantai kemiskinan melalui sejumlah program strategis, seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam diskusi bertajuk “Gaspol Sukseskan Program Presiden Prabowo” di Rumah Besar Relawan Gatotkaca, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).

“Pak Prabowo ingin memuliakan masyarakat miskin dan memutus transmisi kemiskinan. Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan MBG menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Kamis (17/7/2025). Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat bertujuan mengubah nasib anak-anak dari keluarga miskin agar tidak mewarisi kondisi ekonomi orang tua mereka.

“Pesan Presiden, jika orang tua miskin, anak-anaknya tidak harus ikut miskin. Caranya melalui pendidikan,” tegas Agus.Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem turun hingga 0% pada 2026 dan tingkat kemiskinan umum di bawah 5% pada 2029.

Target ini akan dicapai melalui program intervensi sosial dan pemberdayaan masyarakat. “Presiden ingin masyarakat miskin secepatnya merasakan manfaat program-program ini,” tambah Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Adita Irawati menjelaskan, Presiden Prabowo memiliki tiga “senjata utama” (trisula) untuk mengentaskan kemiskinan: Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program CKG telah menjangkau 10 juta orang dan ditargetkan mencapai 50 juta orang hingga akhir 2025, dengan fokus pada siswi SD hingga SMA yang jumlahnya mencapai 57 juta jiwa.

“Jika dilakukan secara masif, kami optimistis target ini tercapai,” ujar Adita.Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan membuka lapangan kerja baru. Program ini akan diluncurkan resmi oleh Presiden Prabowo pada 21 Juli 2025, dengan target 80.000 koperasi beroperasi di seluruh Indonesia.

“Koperasi ini menawarkan konsep pemberdayaan desa, memenuhi kebutuhan hidup, dan menciptakan pekerjaan dari kekuatan warga sendiri,” tutur Adita.Dengan langkah-langkah ini, pemerintahan Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait