Mahfud MD : Hanya Mentan Amran Yang Berani Lawan Mafia Pangan

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Prof. Mahfud MD, mengapresiasi keberanian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam melawan mafia pangan.

Dalam Podcast Terus Terang yang tayang pada Senin (22/7/2025), Mahfud menilai Amran sebagai salah satu pejabat paling berani yang berpihak pada rakyat kecil dengan mengungkap praktik curang di sektor pangan.

“Banyak permainan yang merugikan rakyat. Saya melihat yang berani mengungkap itu Pak Amran, dan beliau punya tanggung jawab pada tata pemerintahan,” ujar Mahfud, dikutip dari rilis resmi Kementerian Pertanian, Kamis (24/7/2025).

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia ini menyebut bahwa hanya sedikit pejabat yang berani bersikap terbuka terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Mahfud mengenang, pada pemerintahan sebelumnya, Amran sering merasa “kesepian” karena minimnya menteri lain yang memiliki keberanian serupa. “Saya bilang, hebat ini orang,” ungkap Mahfud, menyinggung komunikasi mereka saat itu.Mahfud berharap lebih banyak pejabat mengikuti jejak Amran, yang berani berbicara tegas tanpa terikat kepentingan politik.

“Saya berharap menteri lain bisa seperti Pak Amran, yang speak up, bicara tegas, tidak terikat political trade-off, dan bersih dari kesalahan terhadap negara,” tegasnya.Mahfud juga menyoroti langkah konkret Amran yang mengungkap dugaan pelanggaran pada 212 merek beras yang tidak sesuai volume, mutu, dan melanggar Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurutnya, tindakan ini mencerminkan ketegasan seorang pemimpin yang berpihak pada petani dan konsumen.Amran sendiri menyatakan bahwa praktik mafia pangan dapat menyebabkan kerugian masyarakat hingga Rp 99 triliun per tahun.

“Itu adalah perbuatan yang jahat,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan ini mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang memerintahkan tindakan tegas tanpa kompromi terhadap pelanggaran regulasi.

Di akhir perbincangan, Amran menekankan bahwa kebahagiaan seorang pejabat publik terletak pada pengabdian untuk rakyat, bukan pada materi. “Orang bilang lelah, tapi rasanya nikmat. Karena aku bisa berbuat untuk bangsaku,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait