Australia dan Indonesia Melanjutkan Kerja Sama Latihan Tempur Udara yang Telah Berlangsung 32 Tahun

Harus Baca

KORANBOGOR.comJAKARTA-Angkatan Udara Australia (RAAF) mengerahkan enam pesawat F-35A Lightning II dan 150 personelnya ke Indonesia untuk mengikuti Latihan Elang AUSINDO 25, latihan tempur udara bilateral yang memperkuat hubungan pertahanan antara Australia dan Indonesia.

Diselenggarakan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Indonesia dari 21 hingga 29 Agustus 2025, Latihan Elang AUSINDO 25 melibatkan latihan tempur udara dengan pesawat tempur F-35A Australia, dan pesawat F-16 dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

“Latihan ini melambangkan persahabatan dan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama pertahanan. Selain mengasah kemampuan teknis, kita juga membangun kepercayaan, memperkuat persaudaraan, dan fondasi bagi kerja sama kita di masa depan,” kata BRIG Micah Batt, Atase Pertahanan Australia.

Selama Latihan Elang AUSINDO 25, personel dari kedua negara bersama-sama merencanakan dan melaksanakan misi latihan tempur udara. Ini termasuk misi udara kontra ofensif dan defensif; manuver dasar dan manuver tempur udara; dan pengisian bahan bakar dari udara ke udara dengan RAAF KC-30A Multi-Role Tanker Transport.

“Melalui latihan ini, para penerbang kami dapat secara langsung mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan,” ujar Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, Direktur Latihan Elang AUSINDO TNI AU.

Pertama kali diadakan pada 1993, Latihan Elang AUSINDO merupakan bagian dari rangkaian latihan kerja sama udara antara Australia dan Indonesia. Kegiatan latihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Australia terhadap keamanan kolektif dan stabilitas regional, sekaligus meningkatkan kapasitas kami untuk beroperasi Bersama Indonesia.

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait