#AussieBanget University Roadshow Hadir di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Harus Baca

KORANBOGOR.com-Hari ini, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, secara resmi membuka #AussieBanget Roadshow di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), merayakan hubungan pendidikan yang erat antara Australia dan Indonesia.

“Pendidikan merupakan inti dari kemitraan Australia-Indonesia,” ujar Wakil Duta Besar Kamath. “Melalui inisiatif seperti #AussieBanget Roadshow, kami terus membangun jalinan pengetahuan, kolaborasi, dan saling pengertian.”

Roadshow ini menampilkan diskusi panel tematik tentang perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Diskusi panel ini menampilkan Susannah Patton, Deputy Research Director and Program Director untuk Asia Tenggara di lembaga think tank bergengsi Australia, Lowy Institute, Ahmad Khoirul Umam, Ph.D, Managing Director di Paramadina Public Policy Institute Jakarta, dan Dr. Badrus Sholeh, Dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan pakar dari Australia dan Indonesia untuk mengeksplorasi peran kedua negara dalam mendorong stabilitas dan kerja sama regional.

Booth bertemakan Australia, sesi informasi tentang program Beasiswa Australia Awards dan peluang kolaborasi riset melalui Platform Kemitraan Pengetahuan Australia-Indonesia (KONEKSI) juga turut meramaikan berlangsungnya acara Roadshow.

Sejak diluncurkan pada 2024, #AussieBanget University Roadshow telah bermitra dengan universitas-universitas di seluruh Indonesia, mendorong pertukaran pendidikan yang berkelanjutan dan merayakan hubungan antarmasyarakat yang langgeng antara Australia dan Indonesia.

Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait