Foto: Yahya Zaini
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Jagat maya dibuat heboh usai Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menunjuk Yahya Zaini menjadi Ketua Bidang DPP Partai Golkar periode 2024-2029.
Bagaimana tidak, nama Yahya Zaini sebagai pejabat sudah tak asing di kalangan warganet sejak 16 tahun lalu saat kasus video syurnya dengan penyanyi dangdut Maria Eva yang juga kader Partai Golkar terungkap di publik.
Kasus itu menjadi salah satu kasus panas yang menghebohkan Indonesia. Saat itu Yahya Zaini merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.
Hubungan antara Yahya dan Maria Eva diketahui usai video asusila keduanya bocor di jagat maya.
Kasus ini pun menjadi pelik, ditambah pengakuan Maria Eva yang menyatakan mendapat ancaman dari pihak Yahya Zaini, termasuk istrinya.
Kini setelah 18 tahun kemudian, masyarakat menganggap ditunjukknya Yahya Zaini sebagi Ketua DPP Partai Golkar sebagai momen yang miris.
Beberapa warganet kemudian memberikan responsnya terkait penunjukan Yahya oleh Bahlil.
“Mereka pikir setelah sekian tahun mengasingkan diri, publik sudah lupa dengan masa lalu dia,” ujar seorang warganet.
“Kirain udah nyungsep nih orang, rupa masih ‘on’ juga…” timpal yang lain.
“Indonesia tidak mengenal cancel culture,” sindir warganet.
“Ini pejabat negeri beneran kwalitas asemele. Kalo nggak mantan napi kriminal, video asusila, apalagi sebutin…”
Selain Yahya Zaini, Bahlil juga mengangkat pesakitan lain, yakni mantan napi korupsi, Idrus Marham sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
“Idrus Marham + Yahya Zaini. Pesakitan yang mendapat jabatan. Ga ngerti lagi logika berpikir partai kuning ini,” imbuh warganet.
Di kesempatan yang sama beberapa kader Golkar lain menjadi Ketua DPP, seperti Ridwan Kamil, Nusron Wahid, Fahd Arafiq, Panggah Susanto, dan Putri Komarudin.
Menengok ke belakang kasus video asusila Yahya Zaini dan Maria Eva terungkap sekitar Desember 2006.
Kala itu Maria Eva mengaku memang memiliki hubungan dengan Yahya Zaini yang sudah terjalin selama lima tahun dan video yang terungkap di publik merupakan video yang direkam pada 2 tahun sebelumnya.
“Pak Yahya juga mengantarkan ke rumah sakit sampai ke rumah,” kata Maria Eva saat itu dikutip dari Suara.
Akibat kasus tersebut Yahya Zaini dinonaktifkan dari jabatan di partai Golkar dan sebagai anggota DPR RI.
Namun diketahui Yahya Zaini kembali terpilih sebagai anggota DPR pada periode 2019-2024 dan periode 2024-2029.