Ahok Blak-Blakan,Guntur Romli : Jokowi Bubarkan Petral karena Dianggap Sarang Mafia, Tapi… ???

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Mantan Juru bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli memberikan sorotan dari pernyataan mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok baru-baru ini mengungkap terkait dugaan praktik korupsi di lingkungan Pertamina Patra Niaga.

Dalam pengakuannya itu, ada peran besar dari Jokowi yang telah membubarkan Petral karena dianggap sebagai sarang mafia migas, justru sejumlah mantan pejabat Petral kini direkrut kembali ke Pertamina Patra Niaga.

“Salah satu poin penting yang dapat ditangkap dari cerita wawancara Ahok yang banyak berseliweran di lini masa; “Jokowi bubarkan Petral karena dianggap sarang mafia migas, tapi orang-orang Petral direkrut masuk di Pertamina Patra Niaga,” kata Ahok yang diunggah ulang oleh Guntur Romli.

“Riva Siahaan sang Dirut Patra Niaga sekarang adalah eks orang Petral,” tambahnya.

Riva Siahaan, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga saat ini, yang disebut merupakan mantan pejabat Petral.

“Sebagaimana disampaikan waktu diperiksa KPK, Ahok bilang sudah banyak melaporkan dugaan korupsi di Pertamina ke Menteri BUMN,” jelasnya.

“Termasuk terkait belanja migas yang dilakukan Pertamina Patra Niaga, yang dianggap tidak transparan,” ujarnya.

“Ahok sudah lama curiga ini soal kickback. “Jumlahnya bisa jutaan dollar per hari.” Kalau saya Dirut Pertamina, sudah saya pecat itu Riva (Dirut Pertamina Patra Niaga), ” kata Ahok sambungnya.

Guntur Romli mempertanyakan apakah keberadaan mantan pejabat Petral di Pertamina saat ini merupakan hal yang memang “dipelihara” oleh pihak tertentu.

“Yang berhak memecat Dirut Pertamina Patra Niaga, ya Dirut Pertamina dan Menteri BUMN. Komisaris Utama tidak bisa berbuat banyak..” tegas Ahok diunggahannya Guntur Romli.

“Jadi kesimpulannya, kalau rezim dan mafia Petral masih terus bercokol di Pertamina, jangan-jangan hal itu memang dipelihara,” paparnya.

Ia menambahkan agar persidangan kasus ini dilakukan secara terbuka agar tidak ada intervensi dari pihak-pihak berkepentingan.

“Menteri BUMN gak mungkin gak tahu.. Pak menteri, silakan bantah pernyataan Ahok itu,” sebutnya.

“Ahok curiga kasus Patra Niaga ini hanya soal pergantian pemain.
Dan dia mendesak persidangan kasus ini dibuat terbuka untuk publik. “Biar jaksa-jaksa yang idealis di Kejagung tidak gampang ditelikung oleh syahwat kekuasaan.. Semoga,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait