KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional dalam pidatonya pada Perayaan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta.
Dewan ini akan diisi oleh tokoh-tokoh pimpinan buruh dari seluruh Indonesia dan bertugas memberikan masukan kepada presiden mengenai aturan atau kebijakan yang merugikan buruh.
“Saya ingin memberi hadiah kepada kaum buruh. Dewan ini akan mempelajari kondisi buruh dan menasihati presiden tentang undang-undang atau regulasi yang tidak tepat untuk segera diperbaiki,” ujar Prabowo.
Prabowo juga berkomitmen menghapus sistem outsourcing secepat mungkin. Outsourcing, sistem di mana perusahaan mempekerjakan tenaga seperti petugas kebersihan, satpam, atau call center melalui pihak ketiga, menyebabkan pekerja tidak berstatus pegawai tetap perusahaan utama.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi agar lapangan kerja tetap terbuka. “Tanpa investasi, tidak ada pabrik, dan buruh tidak bisa bekerja,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Prabowo berencana menggelar pertemuan besar di Istana Bogor, mempertemukan 150 pimpinan buruh dengan 150 pemimpin perusahaan.
“Kita akan duduk bersama. Pengusaha tidak boleh kaya sendiri tanpa memastikan pekerja hidup layak,” pungkasnya.