KORANBOGOR.com,JAKARTA-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana uji coba program sekolah swasta gratis yang akan diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu di daerah-daerah yang membutuhkan.
Meski belum menetapkan waktu pasti pelaksanaan, Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera mengumumkan saat program ini siap diluncurkan.
“Kami akan kaji mendalam dan segera melakukan percontohan di sekolah swasta di daerah yang memang membutuhkan, terutama bagi warga yang tidak mampu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/5).
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mengungkapkan bahwa uji coba ini akan melibatkan 40 sekolah swasta gratis pada tahun ini.
Program ini menyasar wilayah dengan mayoritas masyarakat menengah ke bawah yang tidak memiliki akses ke sekolah negeri. “Gubernur sepakat kita trial dulu 40 sekolah gratis di wilayah yang kondisinya banyak masyarakat menengah ke bawah,” kata Ima di Jakarta, Rabu (12/3).
Ima menambahkan bahwa daftar 40 sekolah tersebut akan diumumkan oleh Gubernur Pramono, meskipun waktu pengumuman belum ditentukan.
Program ini merupakan bagian dari upaya memenuhi hak anak untuk mendapatkan pendidikan selama 12 tahun melalui Pendidikan Gratis, salah satu dari 40 program prioritas dalam 100 hari kerja Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran. “Kami harus mendistribusikan bantuan dari KJP secara pelan-pelan,” jelas Ima.
Uji coba ini juga menjadi langkah strategis menjelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei hingga 5 Juni 2025.
Pemprov DKI Jakarta berharap program ini dapat meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi langkah awal menuju pendidikan gratis yang lebih inklusif di ibu kota.