Foto: Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi, yang akrab disapa Titiek Soeharto )
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap seluruh gabah dari petani, tanpa terkecuali jenisnya.
Namun, kebijakan ini memunculkan kekhawatiran terkait kapasitas dan kondisi gudang Bulog yang dinilai belum memadai. Banyak laporan menyebutkan gabah dan beras yang disimpan di gudang Bulog sering membusuk.
Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi, yang akrab disapa Titiek Soeharto, menegaskan perlunya Bulog mengantisipasi pembusukan gabah dan beras.
Ia menyoroti pentingnya menyesuaikan kapasitas gudang dengan target serapan.
“Bulog harus mengantisipasi. Meski sudah menyewa gudang tambahan, ke depannya harus direncanakan jauh-jauh hari sesuai target dan kapasitas gudang,” ujarnya di Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Titiek berharap Bulog segera memiliki sarana penyimpanan yang memadai agar gabah petani tidak rusak.
“Jangan sampai gabah sudah diserap, tapi tidak ada tempat menyimpannya,” tegasnya.