Foto: Mantan Ketua MK Anwar Usman )
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memilih untuk tidak berkomentar terkait usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang juga keponakannya.
Anwar menyatakan sedang dalam fase “cooling down” dan belum ingin membuka suara.
“Saya belum ada komentar. Nanti deh ya kapan, biarin aja dulu, saya cooling down ya,” ujar Anwar di Gedung MK, Jumat (9/5/2025).
Sebelumnya, Anwar sempat mengisyaratkan akan mengungkap “kotak pandora” di balik putusan kontroversial MK yang memuluskan langkah Gibran maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Hal ini merujuk pada putusan MK yang menuai polemik karena dianggap melanggar etika dan independensi hakim.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menilai bahwa jika Anwar bersedia mengungkap kebenaran di balik putusan tersebut, hal ini akan positif bagi publik.
“Tentu baik bagi publik jika Anwar dengan kekecewaannya membongkar apa yang terjadi di balik meja sidang, agar publik tahu ada atau tidaknya kejahatan hukum dalam putusan MK tersebut,” kata Dedi kepada media, Minggu (11/5/2025).
Dedi juga melihat pernyataan Anwar seolah menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak lagi bergantung pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya, Anwar, yang bukan keluarga langsung Jokowi, merasa telah mengorbankan karier cemerlangnya akibat kontroversi putusan MK. “Anwar bukan keluarga langsung Jokowi, juga sudah merasa mengorbankan karier yang potensial tidak lagi berkembang.
Untuk itu, Anwar sangat mungkin merasa tidak lagi memerlukan Jokowi,” tutup Dedi.
Usulan pemakzulan Gibran sendiri disuarakan oleh Forum Purnawirawan TNI, yang memicu diskusi publik. Namun, Anwar memilih menahan diri dari memberikan tanggapan lebih lanjut hingga waktu yang dirasa tepat.