KORANBOGOR.com,JAKARTA-Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dijadwalkan memberikan pengarahan sekaligus menutup agenda pembekalan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP.
Acara yang berlangsung selama tiga hari di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, ini bertujuan menyamakan visi ideologis, memperkuat loyalitas, dan mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih.
Jalan Santai Perkuat Kekompakan
Pada hari terakhir, Minggu (18/5/2025), kegiatan diawali dengan jalan santai bersama pukul 06.00 WIB, start dari halaman Sekolah Partai. Peserta meliputi kepala daerah seperti Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta puluhan kepala daerah lainnya. Turut hadir pengurus DPP PDIP seperti Ganjar Pranowo, Komarudin Watubun, dan Wasekjen Yoseph Aryo Adhi Dharmo.
Rute jalan santai sejauh 2 km mengelilingi Lenteng Agung hingga Tanjung Barat, sambil menyapa warga sekitar. “Tujuannya menjalin kekompakan antar-kepala daerah dan menjaga kebugaran,” ujar Komarudin Watubun, yang juga Kepala Sekolah Partai. I Wayan Koster menambahkan, “Berjalan sepanjang itu keluar keringat, badan terasa segar dan sehat.”
Materi Pembekalan: Efisiensi Anggaran dan Antikorupsi
Usai jalan santai, peserta kembali ke Sekolah Partai untuk mendengarkan dua materi. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memaparkan pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), sementara Basuki Tjahaja Purnama membahas efisiensi pengelolaan anggaran daerah.
Sebelumnya, pada Sabtu (17/5/2025), Menko Polhukam Mahfud MD memberikan pembekalan mengenai bahaya korupsi. Ia memperingatkan kepala daerah agar tidak terjebak praktik kolutif, seperti mark-up atau mark-down anggaran untuk kickback. “Menyusun APBD secara kolutif bersama DPRD membuat banyak kepala daerah dan DPRD masuk penjara berjamaah,” tegas Mahfud. Ia menambahkan, tindak pidana korupsi memiliki masa kedaluwarsa 18 tahun, sehingga kepala daerah harus tetap waspada meski telah pensiun.
Mahfud juga menyoroti maraknya korupsi akibat sistem rekrutmen politik dan pemilihan yang mahal. “Jangan tergiur. Kalau menjabat dengan baik sesuai ideologi partai, pensiun dengan gagah dan tidur tenang,” pesannya.
Ganjar Pranowo: Loyalitas untuk Misi Kerakyatan
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menekankan pentingnya loyalitas kepala daerah terhadap nilai-nilai ideologis PDIP. Ia menyebut tidak semua kepala daerah PDIP berlatar belakang kader murni, seperti pengusaha atau pensiunan PNS. “Kami sinkronkan pemahaman ideologi dan loyalitas agar misi kerakyatan sama,” ujar Ganjar, Jumat (16/5/2025).
Ganjar menampik anggapan bahwa pembekalan ini terkait Kongres ke-VI PDIP. “Ini retret partai untuk harmonisasi, bukan persiapan kongres,” tegasnya.
Hadirnya Tokoh Penting
Selain Megawati, pembekalan dihadiri pengurus DPP PDIP seperti Djarot Saiful Hidayat, Komarudin Watubun, dan Aryo Adhi Dharmo. Acara ini menjadi ajang konsolidasi untuk memastikan kepala daerah PDIP menjalankan pemerintahan yang bersih, efisien, dan selaras dengan ideologi partai.
j