Pedagang Pasar Leuwiliang Dukung Pembangunan Ulang, Namun Khawatir Harga Kios dan Los Terlalu Mahal

Harus Baca

Foto : Di kantor pemasaran para pedagang yang sedang ngurus kepemilikan untuk datang di pasar Leuwiliang )

KORANBOGOR.com,LEUWILIANG-Para pedagang Pasar Leuwiliang, Bogor, mendukung rencana pembangunan kembali pasar yang rusak akibat kebakaran. Namun, kekhawatiran muncul terkait harga kios dan los yang dianggap terlalu mahal. Berdasarkan informasi, harga kios ditetapkan Rp23 juta per meter persegi, sedangkan los Rp19,5 juta per meter persegi. Harga ini dikhawatirkan sulit dijangkau oleh pedagang yang masih berupaya pulih dari dampak musibah.

H. Iman, perwakilan Forum Pedagang Pasar Leuwiliang sekaligus pedagang sepatu dan sandal, membenarkan harga tersebut. Dalam wawancaranya dengan Koranbogor.com di kantornya, ia menyatakan tidak mempermasalahkan harga kios dan los karena dianggap fleksibel. Ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan pasar untuk meningkatkan perekonomian pedagang.

“Yang penting Pasar Leuwiliang segera dibangun. Soal harga, bisa dibicarakan. Pedagang yang kiosnya terbakar tidak memiliki asuransi, kecuali yang mengasuransikan usahanya secara pribadi. Pemerintah telah menyediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk kami berjualan,” ujar H. Iman.

Namun, tidak semua pedagang sependapat. Odih, pedagang daging, mengeluhkan harga kios dan los yang dinilai melebihi harga perumahan. “Harga ini sangat memberatkan kami sebagai pedagang,” katanya.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Naufal menyambut baik pembangunan ulang Pasar Leuwiliang, tetapi menekankan perlunya pengawasan terhadap kerja sama antara PD Tohaga dan pengembang (investor). Ia meminta agar beban biaya pembangunan dan keuntungan investor tidak sepenuhnya dibebankan kepada pedagang.

“Kondisi pedagang belum pulih pasca-musibah. Pasar Leuwiliang adalah pasar tradisional, tapi keterlibatan investor dan adanya kantor pemasaran kios menimbulkan pertanyaan besar,” ungkap Naufal.

Naufal juga menyoroti pentingnya mempertahankan konsep pasar tradisional. Ia khawatir harga kios yang mahal akan memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kami mendukung pasar yang bagus dan megah, tetapi efek dan dampaknya harus dikaji dengan cermat oleh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Para pedagang dan tokoh masyarakat berharap pemerintah daerah mempertimbangkan kondisi ekonomi pedagang serta menjaga esensi pasar tradisional dalam pembangunan Pasar Leuwiliang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait