KORANBOGOR.com,JAKARTA-Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno mengungkapkan dugaan keterlibatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo, atau Dito Ariotedjo, dalam kasus korupsi proyek pengadaan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G. Pengungkapan ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu, 1 Juni 2025.
Dalam unggahan tersebut, Oegroseno menampilkan foto dirinya mengenakan seragam dinas Polri lengkap dengan keterangan:
“Kasus korupsi BTS: Penerima uang hasil kejahatan sebesar 27 Milyar yang diterima Sdr. Dito Ariotedjo yang saat ini menjabat sebagai Menpora RI tidak diproses ke pengadilan, padahal sudah cukup memenuhi unsur Pasal 33 UU No: 31 Tahun 2009 jo Pasal 480 KUHP. Penadah uang hasil korupsi sama dengan penadah HP curian. Apakah masih ada Equality Before The Law di Indonesia?”
Menpora Dito Ariotedjo sebelumnya telah membantah tuduhan tersebut dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 11 Oktober 2023. Politikus Partai Golkar ini menegaskan bahwa ia tidak mengenal Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan, yang disebut-sebut dalam pemberitaan.
Hakim Fahzal dalam sidang tersebut menjelaskan alur pengamanan perkara berdasarkan keterangan saksi. Menurutnya, Irwan Hermawan menjadi perantara dari Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Achmad Latif untuk menyalurkan “saweran” ke beberapa pihak guna menutup kasus BTS. Hakim menyebutkan bahwa Irwan diperintah Anang, lalu dana disalurkan melalui Galumbang Menak, yang kemudian bersama Resi mendatangi Dito.
“Jadi, kalau saudara membantah, itu hak saudara,” tegas Hakim Fahzal.
Dito kembali membantah keterlibatannya dalam pengamanan perkara tersebut. Ia mengaku hanya bertemu Galumbang Menak dua kali untuk urusan bisnis, bukan terkait kasus BTS. “Tidak benar yang mulia,” jawab Dito saat ditanya hakim.
Hingga berita ini dibuat, Dito belum memberikan tanggapan terkait unggahan Oegroseno. Namun, unggahan tersebut mendapat respons besar dari netizen, dengan 932 likes dan banjir komentar dukungan untuk Oegroseno.
“Mantap jenderal, teruslah bersuara untuk keadilan di negeri kita,” tulis akun nasruddintv.
“Menyalaaa Jenderal.. Salam dari warga Poso Pak.. Gbu,” komentar akun evelinprk_17.
“Malah jadi menteri lagi… luar biasa kan pak,” tulis akun deehoomaan.
“Hukum hanya berlaku untuk rakyat jelata,” timpal akun guusindhrasta.
Sebagian besar komentar netizen mendukung Oegroseno, mencerminkan keresahan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.