Dua Jenazah korban longsor tambang batu galian C Gunung Kuda, dipulangkan dari RSUD Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Minggu 2 Juni 2025.
KORANBOGOR.com,CIREBON-Jumlah korban tewas akibat longsor di tambang batu galian C Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, terus bertambah. Hingga Minggu (1/6/2025), tercatat 19 orang meninggal dunia.
Dua korban terakhir yang berhasil diidentifikasi adalah Nalo Sanjaya (53), warga Kelurahan Kedondong Kidul, dan Wahyu Galih (26), warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang. Keduanya, yang merupakan korban ke-18 dan ke-19, telah dievakuasi dan diidentifikasi di RSUD Arjawinangun sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kabid Dokkes Polda Jabar, Kombes dr. Nariyana, menyatakan bahwa kondisi jenazah secara umum masih baik, tanpa kerusakan parah. “Sidik jari masih utuh, memungkinkan identifikasi cepat melalui sistem Inafis,” ujarnya. Organ tubuh korban juga masih dapat dikenali, meskipun terdapat benturan akibat longsor. Barang pribadi seperti KTP, kalung, baju, sepatu, serta tanda klinis seperti kumis, turut mempermudah proses identifikasi.
“Kondisi jenazah tidak hancur, masih bisa dikenali dari kepala hingga badan. Ini sangat membantu tim DVI,” tambah Nariyana. Ia menjelaskan bahwa cuaca kering dan tidak adanya hujan di lokasi kejadian diharapkan memperlambat pembusukan, yang biasanya terjadi dalam 48 jam.
Tim DVI memverifikasi identitas dengan mencocokkan data medis post-mortem dan informasi dari keluarga. Jika sidik jari tidak dapat digunakan karena pembusukan, tim telah menyiapkan metode alternatif melalui pengambilan sampel DNA. “Sampel DNA dari keluarga, baik orang tua maupun anak, telah diambil melalui swab atau air liur untuk dicocokkan dengan jaringan jenazah,” tutup Nariyana.
Proses identifikasi terus dilakukan untuk memastikan semua korban dapat dikenali dengan akurat dan diserahkan kepada keluarga.