Kepala intelijen Iran Mohammed Kazemi dilaporkan meninggal dunia dalam serangan Israel ke Teheran, Iran pada Minggu 15 Juni 2025 malam. (The Telegraph/The Telegraph)
KORANBOGOR.com,TEHERAN– Kepala intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran, Mohammed Kazemi, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Teheran pada Minggu malam (15/6/2025). Serangan tersebut juga menewaskan wakilnya, Hassan Mohaqiq, dan perwira intelijen lainnya, Mohsen Bagheri, menurut laporan media pemerintah Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan kematian para pejabat intelijen Iran tersebut dalam wawancara dengan Fox News. “Saya dapat memberi tahu Anda semua, beberapa saat yang lalu kami telah mendapatkan kepala intelijen Iran dan wakilnya di Teheran,” ujar Netanyahu, seperti dilansir The Telegraph pada Senin (16/6/2025).
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer Israel yang menargetkan petinggi militer dan ilmuwan nuklir Iran. Sejak Jumat (13/6/2025), serangan Israel ke Iran telah menewaskan empat pejabat militer senior dan sejumlah ilmuwan nuklir. Netanyahu menyatakan bahwa serangan udara ini bertujuan untuk menggagalkan program rahasia Iran yang diduga mengembangkan senjata nuklir.
Dalam pernyataannya, Netanyahu juga mengklaim Israel berhasil menghancurkan fasilitas pengayaan uranium utama Iran di Natanz. Fasilitas tersebut diketahui mampu memperkaya uranium hingga tingkat 60%, mendekati kemurnian yang diperlukan untuk senjata nuklir.