Haul Akbar ke-55 Bung Karno di Blitar: Gus Muwafiq Sebut Soekarno sebagai Danyang Bangsa Indonesia

Harus Baca

Foto: Penceramah kondang Gus Muwafiq saat memberikan tausiah dalam haul akbar ke-55 Bung Karno di Blitar.)

KORANBOGOR.com,BLITAR-Ribuan warga Blitar Raya dan sekitarnya memadati simpang empat Jalan Ir Soekarno, Kota Blitar, untuk menghadiri Haul Akbar ke-55 Presiden pertama RI, Soekarno, pada Jumat malam.

Acara yang digelar secara terbuka untuk masyarakat umum ini menjadi momen penghormatan kepada Bung Karno, yang disebut sebagai danyang atau leluhur bangsa Indonesia oleh penceramah kondang KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq).

Dalam tausiahnya, Gus Muwafiq menjelaskan bahwa istilah danyang dalam bahasa Jawa merujuk pada leluhur atau orang tua, bukan hantu, sebagaimana sering disalahartikan.

“Bung Karno adalah danyang-nya orang Indonesia, dalam bahasa Inggris disebut founding father (bapak bangsa),” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tradisi mudik yang masih dijalankan masyarakat Indonesia mencerminkan penghormatan kepada leluhur, termasuk dalam peringatan wafat Bung Karno.

Acara haul ini diselenggarakan dengan semangat gotong royong oleh masyarakat dan Pemerintah Kota Blitar. Gus Muwafiq mengapresiasi upaya tersebut, menyebutnya sebagai wujud kecintaan masyarakat Indonesia yang tidak melupakan sejarah.

“Alhamdulillah, masyarakat kembali kepada leluhurnya, Bung Karno,” katanya.

Hadir mewakili keluarga Bung Karno, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa sosok Bung Karno tetap hidup di hati rakyat. “Bung Karno adalah api perjuangan yang terus menyala. Beliau melewati masa sulit demi kemerdekaan bangsa,” ujar Ganjar.

Ia optimistis bahwa haul yang digelar secara terbuka ini dapat menjadi magnet spiritual dan historis bagi Blitar. “Jika diadakan rutin, Blitar bisa menjadi tujuan ziarah nasional, tempat orang datang membawa harapan dan doa untuk Bung Karno,” tambahnya.

Acara ini diwarnai dengan kenduri rakyat, di mana warga membawa tumpeng dan duduk melingkar bersama sambil melantunkan salawat dan rebana. Ketua DPP PDI Perjuangan MH Said Abdullah mengajak generasi muda untuk meneladani ajaran Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Trisakti ini masih sangat relevan sebagai harapan bersama bangsa,” tegasnya.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa Bung Karno adalah anugerah besar bagi Indonesia dan dunia. “Beliau adalah simbol pemersatu dan penggerak kemerdekaan bangsa-bangsa, melampaui zamannya,” ujarnya.

Haul ke-55 Bung Karno ini menjadi bukti kecintaan masyarakat terhadap sang Proklamator. Dengan semangat kebersamaan, acara ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno untuk generasi masa kini dan mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait