RAPAT KERJA: Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan bersama Jajaran Direksi saat melakukan rapat kerja dengan Komisi II DPRD )
KORANBOGOR.com,BOGOR-Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengusulkan penambahan direksi baru dalam jajarannya menjelang berakhirnya masa jabatan tiga direksi saat ini pada 2025. Usulan ini terungkap dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Bogor pada Selasa, 24 Juni 2025.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani, menyampaikan bahwa usulan penambahan direksi baru ini bertujuan untuk mengisi posisi direktur di bidang pengelolaan limbah, seiring rencana pembangunan fasilitas pengelolaan limbah oleh Perumda Tirta Pakuan. “Penambahan direksi baru masih dalam tahap pengkajian oleh Perumda,” ujar Edi.
Secara aturan, penambahan direksi diperbolehkan karena Perumda Tirta Pakuan telah melayani lebih dari 100 ribu pelanggan. Namun, Edi menekankan perlunya kajian mendalam terkait urgensi penambahan direksi ini. Ia mempertanyakan apakah penambahan direksi akan berdampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Boleh saja menambah direksi, tapi apakah ini akan meningkatkan PAD? Jangan sampai penambahan direksi justru tidak berdampak pada pendapatan atau malah menurun,” tegas Edi, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menambahkan, penambahan direksi berarti menambah beban anggaran untuk gaji dan operasional, sehingga harus seimbang dengan kontribusi pendapatan.
Saat ini, Perumda Tirta Pakuan memiliki tiga direksi, yaitu Direktur Utama (Dirut), Direktur Umum (Dirum), dan Direktur Teknis (Dirtek), sejak perusahaan ini berdiri. Edi menegaskan bahwa keputusan penambahan direksi harus dipertimbangkan dengan matang agar relevan dan bermanfaat bagi perusahaan serta daerah.