KLH/BPLH Perketat Pengawasan Polusi Udara dari Cerobong Pabrik di Jabodetabek

Harus Baca

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq saat melakukan kunjungan kerja di Kawasan Industri Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 30 Juni 2025.)

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meningkatkanpengawasan terhadap polusi udara akibat emisi cerobong asap pabrik di kawasan industri Jabodetabek,dengan fokus utama di Kabupaten Bekasi.

Pada Senin (30/6/2025),Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurrofiq meninjau langsung proses verifikasi terhadap 268 perusahaan di kawasan industri Jababeka,Cikarang Utara.

“Di kawasan ini, ada 268 perusahaan yang harus diverifikasi lapangan terkait kegiatan industrinya. Ini bagian dari 33 kawasan industri di Jabodetabek,” ujar Hanif.

Secara nasional, terdapat 170 kawasan industri, dengan 33 di antaranya di Jabodetabek, yang memiliki sekitar 6.800 cerobong asap.

Hanif menyebutkan, jumlah cerobong yang tidak tercatat bisa mencapai hampir 8.000, menyulitkan pengendalian karena sebagian tidak terdata. “Kami terus berupaya mengendalikan 6.800 cerobong di 33 kawasan industri ini,” tambahnya.

Untuk mengatasi pencemaran udara, KLH memperketat pengawasan terhadap kualitas udara, limbah industri, dan pengelolaan sampah, khususnya emisi cerobong asap.

“Angka polusinya besar, dan biaya pemulihan lingkungan juga besar. Karenanya, diperlukan langkah sistematis,” tegas Hanif.

KLH juga mendorong perusahaan di Jababeka untuk terhubung ke sistem pelaporan elektronik, yang memungkinkan pemantauan langsung oleh KLH dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, guna memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait