KORANBOGOR.com,WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% kepada negara-negara yang mendukung kebijakan anti-Amerika dari kelompok BRICS. Ancaman ini disampaikan melalui platform Truth Social pada Senin (7/7/2025), bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil.
Trump tidak merinci kebijakan anti-Amerika yang dimaksud, namun menegaskan tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan tarif tersebut.”Negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika dari BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10%, tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tulis Trump, dikutip dari Reuters.
BRICS: Diplomasi Multilateral di Tengah Ketegangan GlobalBRICS, organisasi antarpemerintah yang didirikan pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, kini memiliki 11 anggota, termasuk Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Indonesia, yang resmi bergabung pada Januari 2025.
Dalam pembukaan KTT BRICS di Rio, blok ini memperingatkan bahwa kenaikan tarif dapat mengganggu perdagangan global, menegaskan peran mereka sebagai wadah diplomasi multilateral di tengah perang dagang dan konflik geopolitik.
Para pemimpin BRICS menyepakati penguatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan keuangan, dengan tujuan memperluas pasar dan meningkatkan ketahanan ekonomi global.
Bagi Indonesia, keanggotaan BRICS menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar ekspor dan memperkuat ekonomi nasional.Peran Indonesia di BRICS
Kehadiran Presiden Indonesia Prabowo Subianto di KTT BRICS 2025 menandai langkah awal Indonesia sebagai anggota ke-10. Didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Prabowo menekankan pentingnya BRICS sebagai pasar potensial bagi produk-produk Indonesia.
“Di tengah ketidakpastian global, BRICS menjadi ceruk pasar yang dapat menyerap produk-produk Indonesia,” ujar Airlangga kepada media di Rio, Senin (7/7/2025).
Tanggapan terhadap Ancaman TrumpAncaman tarif Trump muncul beberapa jam setelah pernyataan bersama BRICS yang menyoroti risiko kenaikan tarif terhadap perdagangan global.
Trump juga memperingatkan negara-negara yang berniat bergabung dengan BRICS, meskipun belum ada klarifikasi lebih lanjut mengenai definisi “kebijakan anti-Amerika” yang disebutkannya.
KTT BRICS 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia dan anggota lainnya untuk memperkuat kolaborasi ekonomi, sekaligus menghadapi tantangan baru dari dinamika geopolitik dan ancaman perang dagang.