KORANBOGOR.com,BOGOR-Semangat hidup rukun di tengah keberagaman kembali digaungkan dari akar rumput melalui Festival Kerukunan di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (12/7).
Acara ini difasilitasi oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI sebagai bagian dari program Desa Sadar Kerukunan.Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad, menekankan pentingnya pendekatan budaya untuk menciptakan ruang damai yang autentik.
“Kerukunan bukan proyek elite,melainkan napas hidup warga.Budaya adalah bahasa yang mampu menyatukan kita di tengah keragaman,” ujarnya.
Festival bertema Harmonis dalam Keberagaman ini menjadi wujud nyata upaya menjaga harmoni sosial di masyarakat multikultural.Ketua Panitia Festival Kerukunan sekaligus Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB, Hery Susanto, menjelaskan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
“Kami tidak hanya menggelar kegiatan seremonial, tetapi juga memastikan masyarakat sebagai pelaku utama kerukunan. Desa adalah laboratorium sosial paling nyata untuk toleransi,” katanya.
Festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari kebijakan berkelanjutan PKUB. Ke depan, desa-desa lain di Indonesia akan didorong untuk mengembangkan ruang kerukunan berbasis komunitas, memperkuat harmoni lintas iman di tingkat lokal.