KPK Periksa Dua Saksi Terkait Korupsi Pengadaan EDC BRI Rp2,1 Triliun

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) periode 2020-2024 dengan nilai proyek Rp2,1 triliun.

Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (18/7).Kedua saksi yang diperiksa adalah Syamsul Arifin, Direktur PT Soca Solusi Integra, dan Teddy Riyanto, Sales/Account Manager PT Verifone Indonesia sejak 2016.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan EDC,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, dengan kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp744,54 miliar. Modus operandi yang terdeteksi meliputi:

  1. Rekayasa Tender: Proses tender Proof of Concept (POC) hanya melibatkan dua vendor, yaitu Sunmi dan Verifone, meskipun terdapat lima merek EDC yang tersedia.
  2. Mark-up Harga: Harga Perkiraan Sendiri (HPS) disusun berdasarkan data dari vendor yang telah dikondisikan, bukan dari principal.
  3. Fee Ilegal: PT Verifone Indonesia diduga memberikan fee Rp5.000 per unit per bulan kepada Rudy S.K., dengan total mencapai Rp10,9 miliar, serta pemberian hadiah lainnya.

Kasus ini berawal dari pengadaan EDC Android oleh Bank BRI pada periode 2020-2024 yang diduga tidak transparan. KPK mengidentifikasi pola korupsi melalui rekayasa tender, mark-up harga, dan aliran dana tidak wajar antara oknum BRI dengan vendor.KPK telah mengamankan bukti permulaan yang cukup dan akan menerapkan Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor junto Pasal 55 KUHP. Saat ini, KPK masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait