Produsen BYD Yakin Dapat Geser Dominasi Toyota

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, menargetkan menjadi produsen mobil dengan penjualan terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan, menggeser dominasi Toyota. Menariknya, ambisi tersebut diyakini dapat tercapai tanpa bergantung pada pasar Amerika Serikat (AS).

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengatakan perusahaan optimistis mampu melampaui Toyota melalui pertumbuhan organik dan ekspansi agresif di pasar internasional seperti Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Australia.

“Kami tidak perlu bergantung pada pasar Amerika Serikat untuk mencapai target tersebut,” ujar Li seperti dikutip Financial Times, Kamis (16/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan tidak lama seusai BYD mencatat produksi akumulatif kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) mencapai 17 juta unit. Pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir terbilang sangat cepat.BYD baru memproduksi kendaraan energi baru ke-1 juta pada Mei 2021. Namun, angka tersebut melonjak menjadi 10 juta unit pada November 2024. Bahkan, perusahaan hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk meningkatkan produksi dari 15 juta menjadi 17 juta unit.

Meski menghadapi tekanan di pasar domestik China, BYD mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Data China EV DataTracker menunjukkan penjualan mobil penumpang BYD pada Mei 2026 menghentikan tren penurunan yang berlangsung selama delapan bulan berturut-turut.

Sepanjang semester I 2026, BYD menjual 1,78 juta kendaraan secara global, turun 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan domestik di China merosot 45,9% menjadi 795.169 unit.

Namun, penurunan tersebut mulai diimbangi oleh pertumbuhan penjualan di luar negeri yang terus meningkat. Kinerja pasar internasional diperkirakan akan menjadi penopang utama pertumbuhan BYD pada paruh kedua tahun ini.Li menegaskan BYD tidak berencana melakukan akuisisi perusahaan otomotif besar hanya untuk mengejar posisi teratas dunia. Meski demikian, perusahaan tidak menutup kemungkinan mengakuisisi merek mobil mewah Eropa apabila muncul peluang yang menarik di masa depan.

“Untuk saat ini belum ada target akuisisi tertentu,” katanya.

Sebelumnya, pendiri sekaligus Chairman BYD Wang Chuanfu juga menyampaikan target serupa. Menurutnya, BYD bisa melampaui Toyota berkat inovasi teknologi pengisian daya yang lebih cepat dan ekspansi global yang agresif.

Pada 2025, BYD menjual sekitar 4,55 juta kendaraan di seluruh dunia. Sebagai perbandingan, Toyota masih menjadi pemimpin pasar dengan penjualan sekitar 10,5 juta unit, belum termasuk merek Daihatsu dan Hino.

Untuk 2026, BYD menargetkan penjualan global antara 5 juta hingga 5,5 juta kendaraan energi baru. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 juta unit diharapkan berasal dari pasar global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Tegaskan PSN LNG Abadi Blok Masela Harus Untungkan Rakyat dan Investor

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, harus dijalankan dengan...

Berita Terkait