KORANBOGOR.com,WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran. Ia mengungkap, keputusan tersebut diambil setelah Teheran dan sejumlah negara di Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan perdamaian.
Dalam unggahannya melalui platform media sosial Truth Social pada Sabtu (1/8/2026) waktu setempat, Trump menyatakan keputusan tersebut juga mendapat dukungan dari Israel. Menurutnya, kedua pihak telah menyepakati batas-batas awal dari sebuah kesepakatan yang berpotensi meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Presiden berusia 79 tahun itu mengeklaim kesepakatan tersebut akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat, lengkap, dan menyeluruh, serta mengakhiri ancaman program nuklir Iran. Mengutip laporan Anadolu, Minggu (2/8/2026), Trump menegaskan, keputusan membatalkan serangan diambil demi memberikan kesempatan alias membuka ruang bagi proses diplomasi.
“Untuk kepentingan masa depan dunia dan demikian pula untuk kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur,” tulis Trump.
Namun, Trump menegaskan langkah tersebut bergantung pada kemampuan seluruh pihak untuk segera mencapai kesepakatan.
Ia memperingatkan, Washington tetap bisa kapan saja meluncurkan operasi militer besar-besaran terhadap Teheran. “AS siap dan siaga untuk melawan Republik Islam Iran, pada tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II,” tegasnya.
Trump juga mengatakan Israel telah menyetujui komitmen untuk menunda serangan militer selama proses diplomasi damai berlangsung.
“Ayo bekerja, semuanya, dan selesaikan,” tandas Trump.