

Foto 1a-c: (Ki-Ka) Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom dan Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia, menandatangani kerja sama referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi Dolar Singapura (SGD) di Jakarta, Selasa (12/8). Kolaborasi ini menghadirkan akses referral terhadap layanan PDNI/KPD berdenominasi SGD sebagai inovasi layanan wealth management dalam tiga kelas aset, yaitu fixed income, equity, dan commodity)
KORANBOGOR.com,JAKARTA-PT Bank DBS Indonesia bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) mengumumkan kolaborasi strategis dalam menghadirkan layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi Dolar Singapura (SGD).
Inisiatif ini memperluas rangkaian solusi wealth management yang dirancang secara personal untuk nasabah high net worth, sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi tersebut dalam menghadirkan strategi investasi yang relevan di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.

Foto 2: Inovasi layanan Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) SGD dari Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi hadir sebagai pilihan strategi diversifikasi aset dan perencanaan keuangan jangka panjang. Seiring dengan peran penting kurs Dolar Sigapura (SGD) di kawasan Asia, kehadiran layanan ini akan mengoptimalkan potensi simpanan nasabah yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi.)
Didukung oleh keahlian pasar global dari DBS Group dan keahlian pengelolaan dana investasi dari Mandiri Investasi, layanan ini memberikan solusi pengelolaan bagi nasabah yang memiliki simpanan SGD melalui pendekatan pengelolaan portofolio yang disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan kebutuhan diversifikasi masing-masing nasabah.
Di tengah meningkatnya kompleksitas pasar global, investor semakin menyadari pentingnya membangun portofolio yang terdiversifikasi. Berdasarkan DBS CIO Insights 3Q26, pendekatan diversifikasi tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika pasar, dengan peluang yang tersedia secara selektif di berbagai kelas aset. Adapun, wilayah Asia juga tercatat sebagai salah satu kawasan dengan prospek pertumbuhan yang menarik.
Di tengah kondisi tersebut, kurs Dolar Singapura (SGD) tetap memiliki peran penting dalam ekosistem keuangan Asia, didukung fundamental ekonomi Singapura yang kuat, stabilitas kebijakan moneter, serta perannya sebagai salah satu pusat keuangan regional.
Insights ini sekaligus memaparkan peluang yang terbuka bagi investor untuk memperluas diversifikasi eksposur mata uang Asia sebagai bagian dari strategi pengelolaan kekayaan jangka panjang.
Oleh karena itu, bagi nasabah yang telah memiliki simpanan SGD, pengelolaan dana secara terstruktur dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing nasabah.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi menghadirkan layanan referral PDNI/KPD berdenominasi SGD yang memungkinkan nasabah mengakses strategi investasi yang dikelola secara profesional, mengombinasikan berbagai kelas aset untuk mendukung diversifikasi dan pengelolaan portofolio di berbagai kondisi pasar.
“Di Bank DBS Indonesia, kami percaya bahwa pengelolaan kekayaan yang unggul bukan hanya tentang menyediakan akses terhadap produk investasi, tetapi menghadirkan solusi yang dipersonalisasi sehingga benar-benar relevan dengan kebutuhan unik setiap nasabah.
Melalui pendekatan insight-driven wealth management, kami menerjemahkan dinamika pasar global, termasuk tren dan pergerakan Kurs SGD, menjadi strategi investasi yang dapat ditindaklanjuti.
Peluncuran referral PDNI/KPD berdenominasi SGD ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan all-weather solutions crafted for each individual, memberikan kesempatan bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dalam mata uang SGD dan mengoptimalkan potensi yang ditawarkan oleh Kurs SGD, sehingga portofolio menjadi lebih resilien dan siap menghadapi berbagai kondisi pasar,” ujar Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom.
Melalui skema referral ini, nasabah Bank DBS Indonesia yang memenuhi kriteria akan memperoleh akses melalui mekanisme referral terhadap layanan Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang dikelola oleh Mandiri Manajemen Investasi sebagai manajer investasi.
Dalam layanan ini, nasabah memberikan mandat kepada manajer investasi untuk mengelola dana sesuai tujuan investasi, profil risiko, dan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak. Selanjutnya, manajer investasi akan menyusun dan mengelola portofolio secara profesional serta melakukan penyesuaian strategi investasi sesuai kondisi pasar dan mandat yang diberikan.
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia, mengatakan, “Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan layanan referral PDNI/KPD berdenominasi SGD.
Kolaborasi ini menggabungkan keahlian pengelolaan dana dari Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia untuk memberikan solusi yang dikelola secara profesional, terdiversifikasi, dan disesuaikan dengan mandat investasi serta profil risiko masing-masing nasabah.
Kami percaya kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pengelolaan dana yang semakin relevan di tengah kebutuhan nasabah akan diversifikasi portofolio dan pengelolaan aset secara menyeluruh.”
Skema referral dari Mandiri Manajemen Investasi akan membuka akses nasabah Bank DBS Indonesia yang memiliki simpanan SGD terhadap strategi pengelolaan dana terstruktur yang mencakup tiga kelas aset utama:
- Fixed Income (Pendapatan Tetap): Berfokus pada pengelolaan portofolio obligasi dengan potensi imbal hasil yang kompetitif, disertai pengelolaan risiko suku bunga dan risiko kredit yang terukur.
- Equity (Saham): Memberikan eksposur terhadap saham perusahaan berkapitalisasi besar (large-cap) sebagian bagian dari strategi diversifikasi dan pertumbuhan portofolio.
- Commodity (Komoditas): Memanfaatkan instrumen emas sebagai salah satu alternatif diversifikasi portofolio dalam menghadapi dinamika dan gejolak pasar global.
Melalui strategi pengelolaan dana yang terstruktur dan disesuaikan dengan profil risiko serta tujuan investasi, simpanan SGD yang telah dimiliki nasabah dapat dikelola secara lebih optimal melalui diversifikasi ke berbagai kelas aset.
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam penyusunan portofolio sekaligus mendukung kebutuhan pengelolaan kekayaan jangka panjang.
Sebagai mitra tepercaya dalam pengelolaan kekayaan, Bank DBS Indonesia turut melengkapi layanannya kepada para nasabah dengan market insights dan riset terkini dari DBS Group untuk membantu memahami dinamika pasar dan tren ekonomi global sebagai bagian dari pengambilan keputusan finansial yang lebih terinformasi.
Selain diakuinya DBS Group secara global sebagai Bank Terbaik Dunia dan Teraman di Asia, Bank DBS Indonesia diakui sebagai Best Private Bank oleh FinanceAsia 2026 dan Best Wealth Manager oleh The Asset Private Capital Awards 2026.
Sementara, Mandiri Investasi merupakan salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan mencapai lebih dari Rp62 triliun posisi Juli 2026 dan rekam jejak yang kuat. Selain itu, Mandiri Investasi juga meraih penghargaan Best Asset Manager (Fixed Income & Syariah Funds) pada Alpha Southeast Asia Fund Management Awards 2025.
Dengan memadukan perspektif global dari DBS serta keahlian pengelolaan aset Mandiri Investasi, kedua institusi akan terus menghadirkan solusi yang membantu nasabah menavigasi ketidakpastian pasar dan menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang dengan lebih percaya diri.
| Geeriza Vittoria Telaumbanua |