







KORANBOGOR.com,JAKARTA-Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan ke Jawa Timur pekan ini untuk mempererat hubungan Australia-Indonesia di kawasan tersebut.
Didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dan Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, Duta Besar Brazier menghadiri acara Orientation Day di Western Sydney University Indonesia dan menegaskan kuatnya kemitraan pendidikan antara Australia dan Indonesia di Jawa Timur. Ia juga menyampaikan kuliah umum mengenai hubungan bilateral Australia-Indonesia di Universitas Airlangga serta mengunjungi #AussieBanget corner di kampus tersebut.
Duta Besar Brazier juga bertemu dengan sejumlah alumni Australia terkemuka, yang merupakan akademisi senior dan pimpinan perguruan tinggi di berbagai institusi pendidikan tinggi Indonesia.
“Hubungan yang terbangun melalui pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat ikatan antara Australia dan Indonesia,” ujar Duta Besar Brazier. “Melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan jejaring, kita menciptakan peluang yang bermakna bagi generasi muda untuk belajar, berkembang, dan turut membentuk masa depan bersama kita.”
Dalam kunjungannya, Duta Besar Brazier juga melakukan perjalanan ke Jombang dan bertemu dengan sejumlah tokoh terkemuka serta alumni Australia dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, untuk bertukar wawasan mengenai isu-isu yang penting bagi kedua negara.
“Saya terinspirasi oleh diskusi dan pertukaran wawasan dengan para pemimpin dan alumni NU maupun Muhammadiyah, khususnya mengenai upaya mempromosikan toleransi, memberdayakan generasi muda, dan memperkuat peran komunitas dalam memperdalam hubungan bilateral. Dengan bekerja sama dan mempererat hubungan antarmasyarakat, kita dapat semakin memperkuat persahabatan yang langgeng antara Australia dan Indonesia,” tambah Duta Besar Brazier.
Selama berada di Jombang, Duta Besar Brazier juga berziarah ke makam Presiden keempat Republik Indonesia, almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bersama Yenny Wahid dan KH. Abdul Hakim Machfudz, Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au