






KORANBOGOR.com,JAKARTA-Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan dukungan dari Geoscience Australia (GA) meluncurkan Piksel, sebuah platform analisis observasi bumi nasional yang akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memetakan, memantau, dan mengelola lingkungan kelautan dan pesisir secara berkelanjutan.
Dikembangkan berdasarkan Nota Kesepahaman tahun 2025 antara BIG dan GA, Piksel diwujudkan melalui Kemitraan Maritim Australia Asia Tenggara serta kerja sama maritim bilateral, yang selanjutnya memungkinkan BIG untuk mendukung berbagai lembaga maritim Indonesia.
“Tantangannya bukan hanya terletak pada perolehan data. Tantangan yang jauh lebih besar adalah mengolah data dalam jumlah yang sangat besar tersebut menjadi informasi yang bermanfaat dengan cepat, efisien, dan dapat diakses oleh berbagai pemangku kepentingan,” kata Pelaksana Tugas Kepala BIG, Mohamad Arief Syafi’i, dalam sambutannya.
Sebagai mitra maritim alami, Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung masyarakat pesisir Indonesia, mendorong ekonomi biru yang berkelanjutan, dan mengatasi tantangan bersama dalam pengelolaan sumber daya kelautan.
“Piksel akan memungkinkan para pejabat dan peneliti Indonesia melakukan analisis lingkungan berskala nasional guna menghasilkan produk pemetaan yang berdampak dan hemat biaya dari citra satelit,” kata Lauren Power, A/g Oceans, Reefs, Coasts and the Antarctic Branch Head, Geoscience Australia.
“Piksel dapat digunakan untuk mengembangkan produk pemetaan pesisir dan kelautan seperti Ina Coastlines, yang menyediakan data geospasial dasar yang diperlukan untuk pengelolaan sumber daya kelautan dan perencanaan tata ruang laut yang efektif,” tambahnya.
Peluncuran Piksel mencerminkan kemitraan maritim yang semakin berkembang antara Australia dan Indonesia. Sebagaimana diumumkan oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Albanese pada Mei 2025, Indonesia dan Australia meningkatkan kerja sama maritim guna mendukung kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@