
KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Setelah menempuh perjalanan panjang dari tahap submission, audisi, hingga semifinal di enam regional, Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 akhirnya mencapai puncaknya di kawasan Prambanan, Yogyakarta. Tujuh tim terbaik dari berbagai penjuru Indonesia datang membawa karakter, identitas, dan interpretasi masing-masing terhadap semangat Modern Heritage, lalu mempertemukannya dalam satu panggung Grand Final yang menjadi penanda akhir dari perjalanan panjang mereka.
Menurut Andry Mahyudi, Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, Grand Final ini bukan sekadar penentuan juara, tetapi juga menjadi perayaan atas perjalanan para peserta yang datang dari berbagai daerah dan tumbuh bersama sepanjang kompetisi.
“Sejak awal, kami ingin POTEK Dance Fest menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan karakter, kreativitas, dan identitas mereka. Melihat tujuh finalis akhirnya bertemu di satu panggung setelah melewati perjalanan panjang dari daerah masing-masing menjadi momen yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Andry.
Di antara tujuh finalis tersebut, A-YOUNGZ dari Jabodetabek berhasil mencuri perhatian dan tampil sebagai Grand Prize Winner Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026. Kemenangan ini membawa mereka meraih hadiah utama senilai Rp50 juta sekaligus kesempatan berangkat ke Jepang, menjadi klimaks dari perjalanan yang dimulai dari persaingan ribuan grup dari berbagai daerah.
Malam Grand Final juga menjadi ruang apresiasi bagi kekuatan dan karakter berbeda yang dibawa setiap tim. ARTEEZ meraih Best Collaborative Group, SUNKISS DANCE CREW sebagai Best Digital Presence, WAACKANIZM memenangkan Best Costume and Makeup, sementara A-YOUNGZ kembali mendapat apresiasi sebagai Best Brand Presence.
Untuk posisi utama kompetisi, SUNKISS DANCE CREW menempati peringkat ketiga, WAACKANIZM menjadi runner-up, dan A-YOUNGZ keluar sebagai juara utama.
Lebih dari sekadar menentukan pemenang, Grand Final ini juga memperlihatkan bagaimana POTEK Dance Fest terus berkembang menjadi ruang yang semakin besar bagi talenta dance Indonesia. Jika pada 2025 kompetisi ini menerima 1.449 pendaftar grup, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 1.779 grup dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari ribuan pendaftar tersebut, perjalanan kompetisi akhirnya menyaring tujuh finalis yang membawa warna berbeda dari Medan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi. Mereka datang tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga membawa cerita, budaya, gaya, dan keberanian untuk menunjukkan identitas mereka di panggung nasional.
Bagi Andry, pertumbuhan jumlah peserta sekaligus keberagaman karya yang muncul dari berbagai daerah menjadi gambaran besarnya potensi komunitas dance Indonesia.
“Grand Final ini menjadi puncak dari perjalanan kami menemukan begitu banyak talenta dengan karakter dan kreativitas yang berbeda dari berbagai daerah. Melihat jumlah peserta yang terus bertambah sekaligus kualitas karya yang semakin beragam membuat kami semakin yakin bahwa komunitas dance Indonesia memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Andry.
“Selamat kepada seluruh finalis dan pemenang yang telah membawa cerita dan identitas mereka masing-masing ke panggung Grand Final. Khususnya kepada A-YOUNGZ, semoga perjalanan ke Jepang nanti bukan menjadi akhir, tetapi langkah berikutnya untuk terus berkembang, membawa inspirasi baru, dan menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia mampu melangkah lebih jauh,” tutupnya.
M. Rizky Gunawan