Beranda Hukum & Politik Berita Internasional Pemerintah Norwegia Akan Larang Penggunaan Kacamata A1

Pemerintah Norwegia Akan Larang Penggunaan Kacamata A1

0
2

iluatrasi

KORANBOGOR.com-Pemerintah Norwegia berencana mengusulkan larangan sementara penggunaan kacamata berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sejumlah tempat. Kebijakan tersebut disiapkan untuk mencegah masyarakat difoto, direkam video, atau direkam suaranya tanpa sepengetahuan mereka.

Menteri Digitalisasi dan Tata Kelola Publik Norwegia Torgeir Micaelsen mengatakan teknologi baru yang memiliki kemampuan merekam dapat menimbulkan risiko terhadap privasi masyarakat.

“Saya khawatir teknologi baru dan canggih diperkenalkan ketika orang berisiko difoto, direkam video, atau direkam suaranya tanpa mereka ketahui,” kata Micaelsen dilansir dari Reuters.

Larangan tersebut dapat berlaku di tempat-tempat yang rutin dikunjungi masyarakat, seperti taman, pantai, museum, pusat perbelanjaan, dan acara publik. Aturan serupa juga dapat diterapkan di sekolah, taman bermain, serta klub bagi anak muda.

Pemerintah juga mempertimbangkan tempat yang memiliki tingkat privasi tinggi, seperti kantor dokter, kolam renang, dan pusat kebugaran yang memiliki ruang ganti.

Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak berencana memberlakukan larangan secara menyeluruh. Penggunaan secara pribadi dan penggunaan di lokasi yang tidak menimbulkan risiko perekaman orang lain tanpa persetujuan tetap diperbolehkan.

Pemerintah masih mengkaji jenis teknologi yang akan masuk dalam aturan tersebut. Kajian mencakup kacamata dengan kamera dan perekam suara, kacamata dengan kamera serta fitur AI, hingga perangkat yang dikenakan di tubuh yang memiliki kamera, perekam suara, dan/atau AI.

Pemerintah minoritas Norwegia akan mengajukan rancangan undang-undang kepada parlemen sesegera mungkin. Pemerintah juga akan membentuk kelompok ahli untuk memberikan rekomendasi terkait regulasi permanen penggunaan teknologi yang dikenakan di tubuh.

Rencana Norwegia tersebut menjadi bagian dari meningkatnya kekhawatiran global terhadap penggunaan kacamata pintar yang dilengkapi kamera karena berpotensi mengganggu privasi.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini