KORANBOGOR.com,DEPOK-Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengungkap ciri-ciri terduga pelaku utama penyerangan dan penganganiayaan terhadap pengurusnya, Hafiz Hernanda alias Bapis di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu (4/10/2026) malam.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Namoradiarta Siahaan mengatakan pelaku utama penyerangan Bapis memiliki badan tegap dan mengenakan hoodie berwarna hijau saat kejadian. Pelaku juga menggunakan masker ninja atau balaclava yang menutupi sebagian wajahnya.
“Pelaku utama berciri-ciri menggunakan hoodie berwarna hijau, menggunakan balaclava, dan dia juga berbadan yang cukup tegap,” kata Namoradiarta, Selasa (6/10/2026).
Selain ciri pakaian dan fisik, pelaku disebut menggunakan sepeda motor yang diduga merupakan kendaraan baru. BEM UI mengaku belum mengetahui secara pasti jenis maupun merek kendaraan yang digunakan pelaku.
“Kita belum mendapatkan deskripsi jelas motornya jenis apa, tetapi motor baru keluaran 2024 kalau enggak salah,” ujarnya.
Namoradiarta menambahkan, selain satu orang yang diduga menyerang Bapis, terdapat dua orang lainnya yang diduga berada di lokasi saat kejadian. Keduanya diduga pergi bersama pelaku utama setelah kejadian berlangsung.
BEM UI juga menyebut korban sempat mendapatkan sebuah tas yang diduga berkaitan dengan salah satu pelaku.Tas tersebut berisi sandal,kain putih,sarung tangan lateks,lakban hitam,dan korek.
Seluruh informasi dan barang yang disebut berkaitan dengan kejadian itu rencananya akan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk membantu pengungkapan kasus.
Hafiz Hernanda alias Bapis yang merupakan koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI diserang orang tak dikenal setelah menghadiri konsolidasi di Tebet, Minggu (5/10/2026) malam.
Saat hendak pulang menuju Depok sekitar pukul 23.50 WIB, tiba-tiba sepeda motor korban ditendang seseorang dari arah berlawanan hingga terjatuh di jalan.
“Ketika Bapis terjatuh, satu orang tersebut kemudian langsung mencoba menghajar Bapis. Tidak ada upaya untuk mengambil barang ataupun mengambil motor pada awalnya,” kata Namoradiarta.
Menurut Namoradiarta, korban sempat melawan dan berhasil mencengkeram orang pelaku yang menyerangnya hingga terjatuh ke tanah.
Korban kemudian melepaskannya setelah pelaku mengeluarkan ancaman pembunuhan sambil meraba bagian dalam hoodie yang dikenakannya.
“Lu mau mati enggak? Lu mau mati di sini?” kata Namoradiarta meniru ucapan pelaku kepada Bapis.
Karena panik,Bapis akhirnya melepaskan cengkeramannya.
Bapis kemudian diserang oleh pelaku dengan pukulan dan tendangan. Situasi semakin memanas setelah dua orang lainnya disebut ikut berada di sekitar lokasi dan meneriaki Bapis sebagai maling.
Tas dan telepon seluler milik Bapis kemudian diambil pelaku di tengah keributan tersebut.
BEM UI menilai kejadian itu perlu diusut karena terdapat sejumlah kejanggalan yang menurut mereka perlu dijelaskan melalui proses hukum.