KORANBOGOR.com-BYD memperluas pasar mobil mikro listrik Racco dengan menyiapkan peluncuran model tersebut di Sri Lanka dan Makau. Ekspansi ini menjadi langkah pertama Racco memasuki pasar lain dengan sistem kemudi kanan (right-hand drive/RHD) setelah debut di Jepang.
Mengutip Carnewschina, Selasa (6/10/2026), pemesanan BYD Racco telah dibuka di Makau, sedangkan peluncuran resmi di Sri Lanka dijadwalkan pada 9 Oktober 2026.
Racco merupakan model pertama BYD yang dikembangkan khusus untuk pasar Jepang dan dirancang memenuhi standar mobil Kei. Mobil tersebut menjadi mobil Kei listrik pertama yang mampu mencapai jarak tempuh lebih dari 300 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Setelah diluncurkan di Jepang, Racco juga mencatat respons pasar yang cukup tinggi. BYD menyebut mobil mikro listrik tersebut telah menerima lebih dari 2.000 pesanan dalam dua bulan sejak peluncurannya.
Pengumuman ekspansi Racco disampaikan BYD melalui salah satu dealernya di Hiratsuka, Prefektur Kanagawa, Jepang. Momentum tersebut juga bertepatan dengan pencapaian penjualan BYD di Jepang yang telah melampaui 10.000 unit sejak perusahaan masuk ke pasar tersebut.
Racco dirancang mengikuti ketentuan mobil Kei Jepang yang membatasi dimensi dan tenaga kendaraan. Sebagai kompensasinya, mobil Kei mendapatkan sejumlah keringanan pajak. Di wilayah tertentu, pemiliknya juga dapat memperoleh pengecualian dari kewajiban menunjukkan bukti tempat parkir yang sah.
Perwakilan BYD mengatakan perusahaan secara aktif mengevaluasi potensi pasar Racco di luar Jepang. Untuk tahap awal, BYD akan memprioritaskan negara dengan sistem kemudi kanan.
Sejumlah negara berpotensi menjadi pasar berikutnya bagi BYD Racco. Hong Kong menjadi salah satu pasar yang dinilai potensial karena mobil Kei telah memiliki pasar, termasuk melalui sejumlah model Suzuki.
Australia juga menjadi pasar yang menarik karena menggunakan sistem kemudi kanan dan memiliki tingkat kepemilikan kendaraan listrik yang terus berkembang. Sebelumnya, Mitsubishi sempat mengevaluasi eK X EV untuk pasar Australia, tetapi urung meluncurkannya karena biaya homologasi yang dinilai terlalu tinggi.
Sementara itu, Inggris juga berpotensi menjadi pasar Racco. Honda sebelumnya telah memperkenalkan Super-N, versi yang lebih besar dan bertenaga dari mobil Kei N-One e untuk pasar tersebut.
Untuk pasar luar Jepang, Racco berpeluang mengalami penyesuaian dimensi dan tenaga agar sesuai dengan regulasi serta kebutuhan konsumen setempat.
Sebaliknya, peluang Racco memasuki pasar China relatif terbatas karena kendaraan tersebut dikembangkan dengan spesifikasi kemudi kanan, sementara pasar domestik China menggunakan sistem kemudi kiri.
Selain itu, pasar mobil mikro China telah dipenuhi model listrik berharga relatif terjangkau, seperti Changan Lumin dan Wuling Mini EV. Dengan harga Racco yang lebih tinggi, persaingan di pasar domestik China dinilai akan menjadi tantangan.
BYD Racco memiliki dimensi panjang 3.395 milimeter, lebar 1.475 milimeter, tinggi 1.800 milimeter, serta jarak sumbu roda 2.520 milimeter. Mobil ini mampu menampung empat penumpang dan memiliki kapasitas bagasi 280 liter.
Radius putarnya mencapai 4,8 meter sehingga sesuai untuk penggunaan di kawasan perkotaan dengan ruang jalan yang terbatas.
Mobil mikro tersebut menggunakan motor listrik 47 kW atau sekitar 63 hp yang ditempatkan di bagian depan. Tenaga tersebut berada pada batas yang diperbolehkan untuk mobil Kei.
BYD menyediakan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Berdasarkan standar WLTC, masing-masing mampu memberikan jarak tempuh hingga 210 kilometer dan 320 kilometer.
Harga awal BYD Racco di Jepang mencapai 2,145 juta yen atau sekitar US$ 13.600.
Di Jepang, Racco bersaing dengan Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV. Sementara itu, Chery juga tengah membidik pasar mobil Kei Jepang dan membentuk usaha patungan untuk meluncurkan kendaraan Kei listrik di negara tersebut pada 2027.