Malaysia Perpanjang Penutupan Sekolah Akibat Kabut Asap

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JOHOR BARU-Pemerintah negara bagian Johor, Malaysia, memperpanjang penutupan seluruh sekolah dan lembaga pendidikan selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Oktober 2026, akibat kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Dikutip dari Channel News Asia, Minggu (11/10/2026), Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor Muhammad Naqib Md Ghazali mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan polusi udara dan risiko kesehatan yang mengancam siswa serta komunitas pendidikan.

Johor mulai menutup sekolah pada Kamis (8/10/2026). Sejumlah negara bagian dan wilayah lain di Malaysia yang terdampak kabut asap kemudian mengikuti kebijakan tersebut pada Jumat (9/10/2026).

“Keputusan ini diambil dengan menghormati titah Pemangku Raja Johor, Tunku Mahkota Ismail, yang secara konsisten memprioritaskan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat Johor,” kata Naqib dalam pernyataan pada Sabtu (10/10/2026).

Naqib menjelaskan, keputusan memperpanjang penutupan sekolah juga mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk perkiraan pergerakan angin dari Kalimantan, Indonesia, pada 13–15 Oktober 2026. Pergerakan angin tersebut diperkirakan dapat membawa polusi udara lintas batas dan memengaruhi kualitas udara di Johor.

Menurut laporan The Star, kebijakan ini berdampak pada 1.198 sekolah dan 617.258 siswa. Jumlah tersebut mencakup sekolah di bawah administrasi Kementerian Pendidikan Malaysia serta sekolah agama yang dikelola pemerintah negara bagian.

Naqib menegaskan, penilaian akademik dan ujian yang dijadwalkan berlangsung selama masa penutupan akan ditunda dan dijadwalkan ulang sesuai ketentuan Departemen Pendidikan Johor serta otoritas pendidikan terkait.

“Pembelajaran dan pengajaran dari rumah akan tetap dilaksanakan jika sesuai untuk memastikan proses belajar siswa tidak terganggu,” ujarnya.

Pemerintah Johor juga akan terus memantau perkembangan kualitas udara bersama instansi terkait.

Keputusan mengenai pembukaan kembali lembaga pendidikan akan diumumkan melalui saluran resmi setelah pemerintah mempertimbangkan perkembangan terbaru kualitas udara serta hasil penilaian kesehatan dan keselamatan.

Hingga Minggu (11/10/2026) pukul 09.00 waktu setempat, sebanyak 15 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Delapan di antaranya berada di Johor.

Indeks Polutan Udara (air pollutant index/API) Malaysia mengategorikan kualitas udara sebagai tidak sehat pada indeks 101–200, sangat tidak sehat pada 201–300, dan berbahaya jika berada di atas 300.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah Johor mempertahankan penutupan sekolah guna melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidikan di tengah kabut asap yang masih berlangsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konser Avenged Sevenfold Energik dan Penuh Nostalgia,Puaskan Penggemar Di Indonesia

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Band rock asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold kembali memuaskan penggemar di Indonesia. Konser energik dan penuh nostalgia sukses dihadirkan...

Berita Terkait