Mempelajari Logika Pertunjukan dalam Kelas Menulis Lakon 2024

Harus Baca
KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komunitas Salihara hadir dengan salah satu program kelas unggulannya yakni Kelas Menulis Lakon di 2024 mendatang. Tidak hanya menyelami bagaimana cara membuat naskah yang baik, peserta akan diperkenalkan ke berbagai bentuk atau genre pementasan yang bisa diterapkan ke dalam naskah mereka. 

Joned Suryatmoko, pengampu kelas dan juga pembuat teater akan mengenalkan logika-logika yang terjadi dalam membangun sebuah pertunjukan serta membedakan bagaimana logika dalam membuat naskah teater akan berbeda dengan naskah film, sinetron, dan juga webseries. Selama dua jam pertemuan, tidak hanya mempelajari logika-logika panggung; peserta juga akan diajak untuk bersikap kritis dalam membangun adegan lewat contoh pertunjukan atau diskusi karya dengan sesama peserta lain.

Kelas akan berisi tujuh pertemuan utama dan sesi tambahan (office hours) untuk konsultasi bersama pengampu. Kelas ini akan dilakukan secara daring kecuali pada empat pertemuan pertama yang diadakan di Komunitas Salihara dan disiarkan langsung melalui ruang virtual bagi peserta yang tidak dapat hadir. Peserta diharapkan menggunakan laptop (bukan tablet dan HP) untuk memudahkan proses belajar. Pada kelas kali ini, peserta dapat mengembangkan teks lakon baik secara kelompok maupun perorangan.

Di akhir kelas, peserta akan menyelesaikan naskah drama yang menerapkan baik kaidah penulisan yang baik dan benar, treatment dialog yang sesuai, serta logika panggung yang baik. Setelah itu, para peserta bisa menerapkan ilmu dari kelas ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing yang berhubungan dengan menulis kreatif.

Di antara para alumni yang hadir dari berbagai latar belakang, banyak yang hadir dengan kabar yang membanggakan di antaranya adalah Yessy Natalia dengan karya Tuhan, Tolong Bunuh Emak menjadi Pemenang Rawayan Award oleh Dewan Kesenian Jakarta 2022 sebagai Naskah Terbaik. Ada juga Rizal Iwan dengan naskah berjudul Pindah sebagai pemenang Naskah Potensial pada sayembara yang sama, Rawayan Award. 

Keduanya merupakan peserta Kelas Menulis Lakon gelombang pertama (2021). Lalu ada I.B. Uttarayana Rake Sandjaja, dengan karya Muspra, Jong Santiasa Putra, Manik Sukadana dengan naskah Panen Anak, Udiarti dengan naskah Dari Dalam Tubuh dan Wulan Dewi Saraswati yang terpilih untuk dibukukan oleh Kalabuku pada program Lelakon 2022, nama-nama tersebut menghasilkan naskah yang dikembangkan dalam Kelas Menulis Lakon maupun yang tidak ditulis selama kelas. Kelima orang ini merupakan peserta Kelas Menulis Lakon gelombang dua (2022).

Bagi calon peserta yang tertarik untuk mengikuti kelas ini dapat melakukan pendaftaran di kelas.salihara.org dengan biaya Rp1.500.000,- dan memenuhi beberapa syarat seperti; berusia 18 tahun dan memiliki pengalaman menyaksikan pertunjukan teater langsung atau membaca lakon. Peserta akan mendapatkan sertifikat digital dan modul pembelajaran serta berkesempatan untuk naskahnya diikutkan dalam program-program baik di Komunitas Salihara maupun lembaga lainnya.

Mutiara Fallahdani (peserta Kelas Menulis Lakon 2023)–yang naskahnya digunakan untuk pementasan Kelas Akting Salihara 2023 dengan judul Nifas–mengatakan bahwa memperdalam dunia teater serta mengasah keterampilan menjadi alasan utamanya untuk mengikuti Kelas Penulisan Lakon,

“Saya ikut kelas ini karena memang meminati dunia teater dan juga sebagai seorang pengajar drama di sekolah, ikut kelas ini jadi penting untuk memperdalam ilmu dan mengasah keterampilan yang dibutuhkan dalam proses belajar-mengajar di sekolah.”

“⁠Kelasnya santai, tapi banyak banget insight yang aku dapat, terutama saat sesi diskusi dan office hour. Bisa ketemu dengan teman-teman baru yg inspiratif, sehingga banyak membuka perspektif dan ide-ide baru dalam proses kelas ini.” Lanjut Mutiara.
Unduh Press Kit
Tentang PengampuJoned Suryatmoko adalah pembuat teater, penulis naskah lakon dan aktor. Karya lakonnya telah dibacakan dan dipresentasikan di berbagai forum seperti Asia Playwright Meeting di Tokyo, Jepang pada 2009 dan di Melbourne, Australia pada 2011; Virgin Labfest (Manila, Filipina 2010); PEN World Voice (New York, Amerika Serikat, 2015); dan Sight/Unseen Drama Conference (London, UK, 2018). Ia juga turut aktif sebagai pendiri sekaligus mantan direktur Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF), sebuah festival yang dirancang untuk mempromosikan naskah lakon Indonesia terbaru. Sejak 2018, ia terdaftar sebagai mahasiswa doktoral di Program Theatre and Performance the Graduate Center, City University of New York, Amerika Serikat.
Tentang Komunitas Salihara Arts CenterKomunitas Salihara Arts Center merupakan sebuah Institusi kesenian dan kebudayaan yang selalu menampilkan kesenian terkini dari Indonesia dan dunia, baik yang bersifat pertunjukan maupun edukasi, dalam lingkungan kreatif dan sejuk di tengah keramaian selatan Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

KPK : 4 Pimpinan DPRD Jatim Tersangka

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Empat pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengembangan penyidikan perkara yang...

Berita Terkait