Kiai Kampung Nusantara Laporkan Zulkifli Hasan Ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Kiai Kampung Nusantara melaporkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 23 Desember 2023.

Mereka menganggap Zulhas melakukan penistaan agama dan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Pelaporan itu didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aryawiraraja.  Perwakilan Kiai Kampung Nusantara,Kiai Gus Salim mengatakan pelaporan Zulhas ini berkaitan joke atau guyonan yang menggunakan kegiatan ibadah salat.

Ia mengatakan ucapan Zulhas telah melukai masyarakat islam.”Tergores hati ini.

Kegiatan salat yang hubungannya person langsung dengan Allah SWT dibuat mainan. Gak boleh, sakral itu,” kata Gus Salim di Polda DIY.

Pengacara LBH Aryawiraraja, Musthofa mengatakan pelaporan dilakukan setelah proses diskusi panjang.

Zulhas dilaporkan atas dugaan pasal penistaan agama di dalam KUHP dan dugaan penyebaran hoaks sesuai UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Musthofa menyatakan dugaan penistaan agama itu sebagaimana Pasal 156 a KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun.

Kemudian,dugaan penyebaran berita bohong,sebagaimana Pasal 10 tahun jo alternatif UU ITE Nomor 19 tahun 2016 pasal 28 ayat 1,pasal 28 ayat 2,jo pasal 45 yang kurang lebih hukumannya 4 tahun.

“Kami juga lihat tadi dilampirkan bukti tangkapan layar video yang ada di dalamnya, video statement beliau (Zulhas) yang buat gaduh seluruh masyarakat Indonesia, terutama umat muslim,” kata dia.

Ia mengatakan membuat joke kegiatan ibadah umat islam dengan politik tak bisa dibenarkan. Penyusupan politik dalam kegiatan ibadah merupakan perilaku amoral.

“Sangat melukai sangat teriris bahkan kita merasa dihina oleh beliau.

Tentu hal-hal yang bersifat sakral seperti ibadah, hal yang bersifat transenden, hal yang bersifat vertikal, privat dengan tuhan itu tidak layak dibuat main-main,” jelasnya.

Pihaknya mengaku sudah menahan 3 kali 24 jam menunggu Zulhas meminta maaf atas pidatonya di Semarang, Jawa Tengah kepada publik.

Menurut dia, permintaan maaf sebetulnya sudah cukup mengurangi sakit hati. “Tapi sampai hari ini beliau tidak ada hal signifikan meminta maaf sehingga dengan sangat terpaksa selaku warga negara yang baik biar tidak jadi main hakim sendiri kami serahkan ke Polda DIY,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mercedes-Benz Luncurkan Mobil Listrik EQE SUV Baru , Jakarta-Solo Nggak Butuh Casan

KORANBOGOR.com-Seiring dengan tren Mobil Listrik yang makin diterima masyarakat,Mercedes Benz makin pede menjual mobil bertenaga setrumnya ke Indonesia. Terharu, Mercedes-Benz...

Berita Terkait