Beranda Hukum & Politik Hajatan Rakyat : Sulit Dapatkan Bus,Ribuan Buruh Akan Gunakan Motor Dan Jalan...

Hajatan Rakyat : Sulit Dapatkan Bus,Ribuan Buruh Akan Gunakan Motor Dan Jalan Kaki Ke GBK

0
82

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md mengaku mengalami hal yang serupa dialami kubu pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

TPN mendapatkan kesulitan memesan bus untuk mengangkut pendukung menuju konser akbar Ganjar di Gelora Bung Karno (GBK).

Wakil Ketua TPN, Andi Gani Nena Wea, mengatakan kesulitan itu terjadi sejak kemarin malam. Ia mendapatkan laporan dari teman-teman buruh maupun pendukung paslon nomor urut 3 yang ada di sekitar Jabodetabek.

“Teman-teman 01 seperti diumumkan beliau tadi malam dan hari ini, mereka mengumumkan, untuk kampanye di JIS mereka kesulitan untuk mendapatkan bis bahkan mendapatkan pembatalan dan ternyata,hal ini dialami oleh kami 03,teman-teman buruh di Tangerang,Bekasi,dan Bogor,mulai kesulitan menghubungi PO-PO bus untuk berangkat ke GBK,” kata Andi di Media Center TPN Ganjar-Mahfud di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2024).

Andi mengatakan saat ini pihaknya tengah mengecek serta mengumpulkan bukti terkait kejadian itu. Namun, Andi memastikan bahwa hal itu tak akan menyurutkan semangat relawan maupun pendukung Ganjar-Mahfud yang berasal dari kalangan buruh menghadiri konser akbar.

“Kami tidak mengerti apakah ini sistematis, apakah disengaja, kami sedang ngecek,” ujarnya.

“Karena kita butuh ribuan bus berangkat tanggal 3 nanti, kami akan cek dan kalau betul ada halangan, kami akan siapkan rilis resmi bagaimana pihak yang mengalami dan siapa yang mencoba menghambat.

Kami akan cari bukti-bukti dulu tidak bisa menuduh satu pihak pun sebelum kami mendapatkan bukti pasti,” sambungnya.

Andi juga menyebut pihaknya akan mencari alternatif transportasi menuju GBK apabila tak kunjung mendapatkan bus.Misalnya,dengan cara beramai-ramai datang ke GBK menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki.

“Saya pastikan,kalau ada oknum yang menghalangi keberangkatan pendukung Ganjar-Mahfud ke GBK,kami dari kelompok buruh,akan berangkat menggunakan motor dan ini tentu akan sangat sulit bagi aparat untuk mencegah puluhan ribu buruh masuk ke Jakarta.

Karena itu,kami mengimbau,apabila ada pihak-pihak yang sengaja mencegah atau mengakali atau mempersulit keberangkatan para pendukung Ganjar-Mahfud,kami ingatkan untuk tidak melakukan hal tersebut,” tegasnya.

Andi memperkirakan massa yang berkumpul di GBK dalam konser akbar mencapai 150 ribu.Massa berasal dari kalangan buruh,relawan,partai pendukung hingga masyarakat umum.

“Karena sangat besar sekali desakan dari masyarakat untuk kami membuat sesuatu yang besar di Ibu Kota negara dan itu mudah-mudahan terlaksana di tanggal 3 nanti dan saya yakin, massa akan melimpah ruah, walaupun ada halangan-halangan yang sudah mulai kita alami tadi malam,” ucapnya.

Andi juga menyatakan Ganjar dan Mahfud didukung oleh dua konfederasi buruh terbesar di Tanah Air.Sehingga,ia berjanji bakal sepenuhnya memenangkan nomor urut 3 di Pilpres 2024 mendatang.

“Seperti teman-teman tahu, Ganjar Mahfud didukung dua presiden konfederasi buruh terbesar. Saya sebagai presiden KSPSI dan Elly Rosita Presiden KSBSI, dua dari tiga besar konfederasi buruh,Iqbal,Saya dan Elly.

Dua presiden buruh memastikan dukung Ganjar Pranowo-Mahfud. All out dukung Ganjar-Mahfud dan mereka hadir di GBK,” kata pria yang menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI itu.

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan sebelumnya mengaku menerima informasi pemesanan sejumlah bus yang rencananya akan mengangkut pendukungnya dibatalkan sepihak.

Rencananya bus itu akan digunakan ke kampanye akbar 10 Februari mendatang di JIS).

“Ya kami mendengar laporan-laporan tentang pembatalan sepihak atas bus-bus itu,” kata Anies di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (29/1)

Meski begitu, Anies meyakini gangguan itu akan menyurutkan semangat para relawannya. Anies justru mengaku heran atas kemunculan gangguan yang dinilainya menghambat proses demokrasi.

“Tantangan itu tidak akan menghentikan semangat semua relawan dan pejuang. Justru semangatnya makin besar dan saya justru mengajak semua rakyat mari kita saksikan ini.

Betapa kebebasan dalam menjalankan kegiatan kampanye terganggu. Bukankah kita mau menjaga iklim demokrasi yang sehat? Bukankah semua harus dikasih kesempatan yang sama?” ujarnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini