Hipertensi di Usia Muda Meningkat , Ini Langkah Pencegahannya

Harus Baca

KORANBOGOR.com-Ahli jantung dari RS Premier Surabaya dr Rosi Amrilla Fagi Sp JP Subsp P Kv (K) FIHA FAsCC, menyatakan kasus hipertensi sering kali baru terdeteksi saat sudah berada dalam tahap lanjut. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga banyak penderita baru menyadarinya saat melakukan medical check-up (MCU).

Menurut dr Rosi,hipertensi yang tidak dikelola dengan baik dapatmenyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan.

Untuk mengelola hipertensi, pasien dianjurkan untuk mengadopsi gaya hidup sehat, seperti diet seimbang,   mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga,  berhenti merokok, tidak stres serta cukup istirahat.

Dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan juga diperlukan untuk mengontrol tekanan darah. Untuk mencegah hipertensi dr Rosi juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat. 

“Jika hasil check-up menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki hipertensi, langkah pencegahan selanjutnya adalah menjaga pola makan yang seimbang dengan banyak serat, cukup protein, dan mengurangi lemak serta karbohidrat berimbang,” jelasnya. 

Olahraga teratur, seperti jalan cepat , lari, bersepeda minimal tiga kali seminggu selama 30 menit, juga sangat dianjurkan. Selain itu, dr Rosi juga menekankan pentingnya mengelola stres dan mendapatkan istirahat yang cukup. Faktor genetik juga memainkan peran dalam risiko hipertensi. 

“Jika ada riwayat keluarga dengan hipertensi, kita harus lebih waspada , tambahnya.

Kasus hipertensi di usia muda semakin meningkat dan dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta konsumsi alkohol dan merokok. 

“Dulu hipertensi umumnya muncul setelah usia 40 tahun, namun sekarang banyak yang sudah mengalaminya pada usia yg lebih dini , misalnya saat usia 30 tahun,” ungkap dr Rosi.

Menurut data WHO 2019, sekitar 40 persen populasi Indonesia usia 30-80 tahun menderita hipertensi. Di Asia Tenggara, angkanya mencapai 50 persen. Dari jumlah tersebut, 40 persen sudah mendapatkan terapi, dan 20 persen dari mereka berhasil mengontrol tekanan darahnya.

Dia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat dan deteksi dini hipertensi. “Banyak orang mengabaikan gejala ringan seperti sakit kepala dan memilih mengonsumsi obat sakit kepala tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya. 

Ia menyarankan agar masyarakat segera melakukan pemeriksaan jika merasakan gejala seperti sakit kepala, pusing, tengkuk terasa berat, atau leher terasa kaku. Bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan rutin setahun sekali sangat dianjurkan untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Sedangkan untuk mereka yang sudah terdiagnosis hipertensi, selain konsultasi rutin ke dokter, dr Rosi merekomendasikan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini menekankan pada konsumsi makanan gisi seimbang kaya nutrisi seperti cukup kalium, kalsium, dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. 

Selain itu Diet ini mencakup diet tinggi serat , banyak buah dan sayuran, karbohidrat seperti nasi putih atau nasi merah dalam jumlah cukup,  roti gandum, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit  ikan, produk susu rendah lemak.

RS Premier Surabaya menyediakan berbagai fasilitas dan layanan komprehensif untuk menangani pasien hipertensi. Pusat unggulan mereka, Heart & Vascular Centre, menawarkan pemeriksaan canggih dalam menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan  untuk masalah kardiovaskular. 

Layanan Medical Check-Up dapat membantu mendeteksi hipertensi sejak dini, sehingga bisa diberikan saran untuk pencegahan atau pengobatan dengan tepat dan sedini mungkin.

Dengan fasilitas seperti treadmil, echocardiografi, pemeriksaan ankle brachial index, pemeriksaan pembuluh darah dengan ultrasonografi, CT scan 512 slice, MRI 3 Tesla, dan laboratorium kateterisasi,  RS Premier Surabaya mampu melakukan diagnosa dan tatalaksana  secara mendalam termasuk intervensi non-bedah pada penyakit jantung, termasuk hipertensi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Partai Negoro Menolak Jokowi Masuk DPA Pemerintahan Prabowo

Foto: DPP Partai Negoro ) KORANBOGOR.com,JAKARTA-Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dianggap hanya untuk memberikan imunitas politik dan hukum. Karena itulah DPP Partai...

Berita Terkait