Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik SU7 jadi 120.000 Unit

Harus Baca

KORANBOGOR.com-Langkah Xiaomi memasuki pasar kendaraan listrik nampaknya merupakan keputusan yang tepat, terbukti dengan semakin banyaknya permintaan model perdananya, SU7.

Awalnya, Xiaomi akan mengirimkan 100.000 unit SU7 pada tahun 2024. Namun, respons yang luar biasa terhadap kendaraan listrik baru ini membuat perusahaan meningkatkan produksinya.

Perusahaan pembuat ponsel pintar itu kini menargetkan untuk mengirimkan setidaknya 10.000 SU7 per bulan mulai Juni, dengan tujuan untuk mencapai total 120.000 unit yang dikirimkan ke pelanggan pada akhir tahun 2024.

Dikutip dari Arena EV, Jumat (31/5), angka penjualan SU7 tercatat semakin meningkat, di mana pada tanggal 30 April, Xiaomi telah mendapatkan 88.063 pesanan yang mengesankan, dan pengiriman pada bulan April saja mencapai 7.058 unit.

Sepanjang Mei, Xiaomi menandai tonggak sejarah yang signifikan dengan menghadirkan SU7 ke-10.000, yang semakin memperkuat posisinya yang berkembang pesat di pasar kendaraan listrik.

Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, Xiaomi mempercepat produksi. Mulai Juni, pabrik perusahaan di Beijing akan beroperasi dengan model shift ganda, sehingga meningkatkan waktu produksi dari delapan menjadi 16 jam setiap hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bulanan pabrik menjadi hampir 20.000 unit.

Popularitas SU7 tidak mengherankan, mengingat spesifikasinya yang mengesankan dan harga yang kompetitif.

Kendaraan listrik tersebut hadir dalam tiga versi: standar yang dibanderol Rp484 juta, Pro dengan harga sekitar Rp600 juta, dan versi termahal Max yang dibanderol sekitar Rp680 juta. Pengiriman versi standar dan Max dimulai pada bulan April, sedangkan versi Pro mulai dipasarkan pada awal Mei.

Rencana ekspansi ambisius Xiaomi terus berlanjut melampaui produksi. Hingga akhir tahun 2024, perusahaan berencana memperluas jaringan penjualan dan layanannya menjadi 219 toko di 46 kota dan 143 service center di 86 kota.

Jaringan luas ini akan mencakup hampir setiap provinsi, daerah otonom, dan kotamadya di Tiongkok daratan, sehingga memastikan akses luas ke SU7.

Keberhasilan SU7 jelas menunjukkan meningkatnya permintaan kendaraan listrik di Tiongkok dan sekitarnya. Ketika Xiaomi meningkatkan produksi dan memperluas jaringannya, perusahaan tersebut sedang dalam perjalanan untuk menjadi pemain utama di pasar kendaraan listrik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Partai Negoro Menolak Jokowi Masuk DPA Pemerintahan Prabowo

Foto: DPP Partai Negoro ) KORANBOGOR.com,JAKARTA-Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dianggap hanya untuk memberikan imunitas politik dan hukum. Karena itulah DPP Partai...

Berita Terkait