Netizen Tiongkok Mengecam Pernyataan PBSI Soal Penanganan Medis Zhang Zhi Jie

Harus Baca

KORANBOGOR.com-Insiden meninggalnya pebulu tangkis Tiongkok Zhang Zhi Jie memicu kemarahan di media sosial Tiongkok. Sejumlah pengguna Weibo mempertanyakan pernyataan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) terkait regulasi penanganan tim medis dalam turnamen. 

Zhang Zhi Jie meninggal dunia setelah sempat pingsan dan kejang di lapangan saat pertandingan Badminton Asia Junior Championships di Yogyakarta, Minggu malam (30/6).

Rekaman video insiden tersebut yang beredar luas secara daring menunjukkan tim medis baru masuk sekitar 40 detik untuk menangani Zhang.

Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI Broto Happy mengatakan dalam regulasi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), tim medis hanya diizinkan mendatangi atlet di lapangan jika sudah mendapat izin dari wasit pertandingan.

Manajemen dalam sebuah pertandingan bulu tangkis sepenuhnya dikendalikan atau dikomandoi wasit. Sementara pada insiden kemarin, memang ada jeda waktu antara Zhang mulai kolaps sampai wasit mengizinkan medis masuk ke arena.

“Jadi kalau dilihat di video (insiden Zhang Zhie Jie) itu, referee belum ada, belum masuk, atau belum memanggil tim medis yang ada di lapangan. Kalau soal kenapa mungkin bisa ditanyakan ke wasit,” kata Broto. 

PBSI kemudian mengirim surat ke BWF agar aturan mengenai tim medis masuk ke arena setelah mendapat izin wasit bisa ditimbang ulang.

Namun pengguna media sosial Weibo di Tiongkok meluapkan kemarahan. Banyak di antara mereka yang mengecam soal pernyataan PBSI soal aturan BWF tersebut. 

“Mana yang lebih penting, peraturan atau kehidupan seseorang?” kata sebuah komentar yang disukai oleh ribuan orang.

“Apakah mereka melewatkan ‘masa emas’ untuk menyelamatkannya?” tulis komentar lain di bawah tagar kematian Zhang, yang trending topik  di Weibo selama berhari-hari.

Sementara yang lain meminta Federasi Bulu Tangkis Dunia untuk mengubah peraturan, salah satu di antaranya berkata: “Mengapa kami butuh izin jika nyawa menjadi taruhannya?”

Media Tiongkok Xinhua menulis insiden itu menimbulkan pertanyaan kritis tentang prosedur tanggap darurat di acara olahraga.

“Terlepas dari bagaimana aturan dirumuskan atau bagaimana wasit memimpin pertandingan, mengutamakan nyawa harus selalu menjadi aturan tertinggi di lapangan permainan.”

Sementara BWF telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait meninggalnya  Zhang Zhi Jie.  BWF menyebut telah memiliki seperangkat pedoman dan instruksi medis. Namun, cara penerapan protokol dan praktik medis dikembalikan kepada masing-masing badan pengelola yang menjadi tuan rumah turnamen.

“Meskipun Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia berada di bawah yurisdiksi Badminton Asia, BWF memiliki seperangkat pedoman dan instruksi medis yang dapat digunakan oleh badan pengatur lain (regional atau nasional) yang menjadi tuan rumah turnamen yang disetujui BWF. Namun, cara penerapan protokol dan praktik medis ini di lokasi acara bergantung pada masing-masing badan pengelola,” kata BWF di pernyataan resmi mereka.

“BWF menunggu laporan resmi dari Badminton Asia dan Komite Penyelenggara Lokal untuk menilai apakah prosedur medis yang benar telah diikuti dalam memberikan bantuan kepada Zhang ketika dia terjatuh di lapangan,” lanjut BWF. 

BWF mengatakan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk meninjau masalah tersebut secara menyeluruh dengan berkonsultasi dengan Badminton Asia dan PBSI. 

“Setelah peninjauan kami selesai, kami akan menentukan apakah aspek tertentu dari pedoman ini perlu diubah,” kata BWF.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Partai Negoro Menolak Jokowi Masuk DPA Pemerintahan Prabowo

Foto: DPP Partai Negoro ) KORANBOGOR.com,JAKARTA-Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dianggap hanya untuk memberikan imunitas politik dan hukum. Karena itulah DPP Partai...

Berita Terkait