


KORANBOGOR.com,JAKARTA-Sekolah Literasi Indonesia (SLI) GREAT Edunesia menggelar Sarasehan Literasi Budaya yang dilaksanakan di Sasana Budaya Rumah Kita Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta, pada Selasa (25/02). Menurut Shirli Gumilang, Ketua Sekolah Guru Literat Indonesia, kegiatan Sarasehan Literasi Budaya merupakan respon terhadap rendahnya tingkat literasi dan pemahaman budaya di Indonesia.
“Berdasarkan hasil PISA 2018, kemampuan membaca anak Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara. Selain itu, meskipun terdapat lebih dari 3.500 TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di Indonesia, dimensi literasi budaya belum menjadi prioritas dalam pemberdayaan penggiat literasi,” ujar Shirli
Kegiatan yang diikuti Penggiat Literasi Indonesia (PELITA SLI) Angkatan 5 dari TBM/perpustakaan desa, Mitra SLI, dan Penggerak TBM di Jakarta Selatan ini bertujuan memperkuat jejaring dan sinergi antar komunitas literasi guna memaksimalkan akses terhadap bahan bacaan berkualitas dan mengembangkan program-program inovatif berbasis budaya.
“Sekolah Literasi Indonesia (SLI) berfokus pada pengembangan budaya literasi di seluruh ekosistem pendidikan serta membangun dan meningkatkan kualitas manusia melalui literasi; kami berkomitmen mewadahi para punggawa literasi dalam penguatan budaya sebagai bentuk pemberdayaan,” terang Shirli. “Selain itu kami juga ingin memperkuat sinergi dalam pengembangan program literasi berbasis budaya demi meningkatkan kemampuan penggerak TBM/perpustakaan desa dalam menyusun program literasi berdampak pada pelestarian budaya,” tandasnya.
Sejalan dengan nawacita Gerakan Literasi Nasional (GLN), Sarasehan Literasi Budaya yang dibersamai dibersamai praktisi literasi kompeten seperti Prof. Yudi Latief, Dewan Pembina Dompet Dhuafa; Prof. Aminudin Aziz, Kepala Perpusnas RI; Herlina Mustikasari, M.A, Ph. D., Ketua Umum GPMB; Andi Makmur Makka, Dewan Pembina Dompet Dhuafa; Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa; Mulyadi Saputra, Executive Director I GREAT Edunesia; dan Haryo Mojopahit, Ketua Pengembangan Program Pendidikan dan Budaya GREAT Edunesia) tersebut mengangkat sekaligus membahas kondisi literasi dan budaya di Indonesia, menilik perpustakaan untuk sarana transformasi budaya, serta menyoroti pembangunan perpustakaan desa dan TBM sebagai pusat Gerakan Literasi Budaya di masyarakat.
“Kami berharap Sarasehan Literasi tak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga sarana berKolaborAKsi bagi penggiat literasi di seluruh Indonesia sehingga tercipta sinergi agar ke depannya dapat meningkatkan akses terhadap literasi dan budaya, mengembangkan program-program inovatif serta memperkuat peran TBM dalam membangun bangsa lebih literat,” harap Shirli.
Aksi Kebaikan
Bumi Pengembangan Insani, Jl. Raya Parung No.KM. 42, Kemang, Kec. Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16310 · Bogor – 16310 · Jawa Barat · 081288338840