Kerusakan Akibat Tambang Nikel di Raja Ampat Jangan Ditutupi

Harus Baca

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pelanggaran tata kelola wilayah oleh perusahaan tambang.

Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti kompleksitas isu ini akibat perbedaan pendapat antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dalam pernyataannya melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin, 9 Juni 2025, Adi menegaskan perlunya KLHK mengungkap temuan pelanggaran secara transparan.

“Ketika KLHK menyebutkan ada pelanggaran serius terkait tata kelola pulau kecil di Raja Ampat, harusnya diekspos setuntas-tuntasnya agar publik memahami skala kerusakan yang dimaksud,” ujarnya.

Adi menekankan pentingnya menjaga kelestarian Raja Ampat sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Namun, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menghakimi pihak tertentu.

“Kita tidak boleh buru-buru menuding siapa yang bermasalah, karena banyak informasi yang berpotensi menyesatkan,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Atlet Taekwondo Indonesia Meraih Medali Emas Kategori Cadet U47 Putri di Doha, Qatar

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Atlet Taekwondo Indonesia Balqis Nur Afiati berhasil Meraih Medali Emas kategori Cadet U47 Putri pada Turnamen 6th Qatar Taekwondo...

Berita Terkait