Puan Maharani Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Temuan PPATK Soal Bansos dan Judi Online

Harus Baca

Foto: Ketua DPR Puan Maharani)

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut 571.000 penerima bantuan sosial (bansos) diduga terlibat dalam aktivitas judi online (judol). Puan menekankan pentingnya validasi data yang cermat untuk memastikan bansos tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Validasi data sangat penting agar masyarakat rentan tidak menjadi korban dua kali, yakni datanya disalahgunakan dan bansosnya dihentikan,” ujar Puan pada Rabu (9/7/2025).

Ia meminta data PPATK tidak langsung dijadikan alasan untuk menghentikan bansos tanpa verifikasi menyeluruh, mengingat maraknya modus penyalahgunaan identitas, seperti jual beli rekening dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Puan juga menyoroti lemahnya perlindungan data pribadi masyarakat, terutama dalam sistem kependudukan dan penyaluran bansos.

“Jika NIK bisa disalahgunakan untuk transaksi judi online, ini menunjukkan sistem perlindungan data kita masih lemah.

Ini harus diperbaiki karena perlindungan data pribadi adalah bagian dari hak warga negara,” tegasnya.Temuan ini, menurut Puan, menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pemberantasan judi online secara lintas sektor.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa 571.000 penerima bansos terindikasi bermain judi online dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah, berdasarkan penyandingan data antara Kementerian Sosial dan PPATK.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kerugian Publik Rp 63 Triliun,Kuota Internet Hangus Diduga Dijual Ulang

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Praktik kuota internet hangus bukan sekadar merugikan konsumen secara individual tetapi berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat dalam skala masif...

Berita Terkait