Novascotia Dihantui oleh Patah Hati di Single Perdana “Still Show Up in My Dreams”

Harus Baca

KORANBOGOR.COM,JAKARTA-Pernahkah merasa sudah berhasil melalui patah hati akibat seseorang, namun ternyata orang yang sama itu muncul di momen yang tak terjaga? Itulah perasaan yang dituangkan di “Still Show Up in My Dreams”, single baru yang upbeat namun melankolis dari Novascotia. Dirilis ke platform-platform musik digital pada 26 Juni 2026, lagu yang melibatkan HNATA, Era Patigo dan Wisnu Ikhsantama sebagai co-producer ini merupakan debut Faiz Novascotia Saripudin sebagai artis solo setelah dikenal sebagai vokalis dan penulis lagu utama di grup indie rock asal Jakarta, Reality Club.

Lagu “Still Show Up in My Dreams” muncul di masa yang cukup emosional dalam kehidupan pribadi Novascotia. “Pada suatu hari setelah mencerna patah hati selama beberapa bulan dan sudah merasa lebih baik serta bisa melupakan orang itu, saya malah memimpikannya. Saya terbangun dalam keadaan bingung dan mempertanyakan segala hal. Pikiran saya terisi berbagai perandaian. Akhirnya saya merasa tenang setelah beranjak dari tempat tidur,” katanya.

Bermain dengan seorang teman lama membantu menyalurkan perasaan itu ke dalam apa yang kelak menjadi “Still Show Up in My Dreams”. “Saya sedang bermain ke rumah Gilang (Wisnandar, alias HNATA) dan berbagi cerita seperti biasa. Walau sudah lama berteman dekat, kami belum pernah membuat musik bersama,” kata Novascotia.

“Maka kami mulai berbagi referensi musik, saya punya ide untuk menulis sesuatu, dan tiba-tiba kami mulai membuat lagu. Kalau tak salah lirik, kord dan aransemen langsung jadi dalam waktu kurang dari sejam, lalu butuh satu jam lagi untuk menyelesaikan melodi gitar dan bas untuk rekaman demo. Sekitar 90 persen lagunya dibuat di kamar tidur Gilang.”

Lalu lagunya direkam di Rekamkamar Studio bersama sejumlah wajah familier lain yang semuanya berafiliasi dengan Reality Club sebagai anggota band, musisi pendukung dan produser.

“Era mengisi drum dan menjadi co-producer bersama Tama, Gerry (Roithart) mengisi sebagian gitar, Fathia (Izzati) turut mengarahkan vokalnya, Nugi (Wicaksono) mengerjakan vocal processing, dan Upi (Maajid) yang melakukan mastering,” kata Novascotia.

“Betul, saya melibatkan banyak orang dari Reality Club karena saya benar-benar meyayangi mereka, mereka sangat berbakat dan selalu memberi yang terbaik. Kerja sama kami sudah sedemikian bagusnya, sehingga saya pun merasa nyaman untuk menjadi lebih jujur dan terbuka di lagu ini.”

Jadi kenapa ini adalah proyek solo dan bukan satu lagu lagi dari Reality Club saja? Toh, hal-hal yang selama ini menjadi ciri khas Reality Club juga terdapat di “Still Show Up in My Dreams”, walau dalam bentuk yang lebih apa adanya. Menurut Novascotia, “Saya ingin menulis tentang pengalaman patah hati yang bersifat sangat personal tanpa memikirkan siapa-siapa selain diri sendiri, termasuk Reality Club.

Saya cuma ingin menulis tanpa berpikir apakah ini sebuah lagu Reality Club atau bukan, agar terasa lebih autentik dan benar-benar melayani apa yang saya rasakan. Itu memberi saya kebebasan yang dibutuhkan untuk masa patah hati itu.”

Ternyata masa patah hati itu menjadi cukup produktif bagi Novascotia, dan “Still Show Up in My Dreams” hanyalah lagu pertama yang ditulis dan dirilis akibat periode itu.

“Karena lagu ini mengawali proyeknya seperti halnya ‘Is It the Answer?’ menjadi lagu perdana Reality Club dengan di tahun 2016, rasanya pantas jika ‘Still Show Up in My Dreams’ dijadikan single pertama,” kata Novascotia. “Di samping itu, menurut saya ini adalah salah satu lagu yang lebih catchy dan mudah dicerna, dan terasa sangat mewakili saya.”

Walau “Still Show Up in My Dreams” murni ditulis dalam rangka ekspresi diri, Novascotia berharap pendengar bisa merasa terhubung dengan lagu tersebut. “Semoga bisa membantu orang-orang merasa terwakili di lagu ini. Sebuah pesan yang bisa diambil adalah bahwa patah hati dapat terjadi di umur berapa pun, dan sakitnya pun tak kalah perih dibanding saat pertama kali terjadi,” kata Novascotia.

“Jadi tak perlu merasa bodoh kalau masih juga patah hati di usia 30, 40, 50 maupun 60.” Maka dengan itu, nantikan lagu-lagu patah hati lainnya dari Novascotia dalam waktu dekat.

Media Relations (Anti Chamber)
Aditya Hernanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsisten Terapkan Prinsip ESG dan Keberlanjutan , PGE Raih Sector Champion pada ESG Leadership Award di ASBIF 2026

KORANBOGOR.com,JAKARTA-PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menorehkan prestasi dalam bidang keberlanjutan dengan meraih ESG Leadership Award...

Berita Terkait