Beranda Hukum & Politik Berita Internasional Cuaca Panas Jadi Tantangan Yang Dihadapi Laga Norwegia vs Inggris

Cuaca Panas Jadi Tantangan Yang Dihadapi Laga Norwegia vs Inggris

0
12

KORANBOGOR.com-Cuaca ekstrem diperkirakan menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi Timnas Inggris saat bertemu Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026. Suhu udara di Miami, Amerika Serikat, diprediksi mencapai 33 derajat celsius dengan kelembapan 61%, sehingga suhu yang dirasakan dapat menembus 44 derajat celsius.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel ternyata telah mengantisipasi tantangan cuaca panas jauh sebelum turnamen dimulai. Bahkan, rencana menggelar pemusatan latihan di Florida telah disusun lebih dari setahun lalu, ketika undian Piala Dunia belum dilakukan dan belum diketahui bahwa Inggris berpeluang bermain di Miami pada babak gugur.

Persiapan menghadapi cuaca panas menjadi salah satu fokus utama tim pelatih demi menjaga kebugaran para pemain sepanjang turnamen.Melansir laporan The Guardian, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) diketahui menginvestasikan berbagai metode ilmiah dan teknologi olahraga untuk membantu pemain beradaptasi dengan suhu tinggi selama Piala Dunia berlangsung.

Langkah awal dilakukan pada Juni tahun lalu ketika Tuchel membawa skuad Inggris menjalani latihan cuaca panas di Girona, Spanyol, sebelum melanjutkan program aklimatisasi di Florida menjelang turnamen.

Dalam sesi latihan tersebut, para pemain menjalani simulasi fisik dengan intensitas tinggi. Salah satunya bersepeda selama 45 menit di dalam ruangan khusus yang dipanaskan hingga sedikitnya 35 derajat celsius untuk membiasakan tubuh menghadapi tekanan suhu ekstrem.

Pendekatan ilmiah juga diterapkan selama latihan. Sebelum menjalani sesi fisik, pemain menelan tablet biometrik yang berfungsi memantau suhu inti tubuh secara real time ketika berada di bawah tekanan panas.

Selain itu, sejumlah pemain memanfaatkan teknologi pemulihan modern, seperti ruang terapi oksigen hiperbarik, sauna cahaya merah, hingga ice bath di rumah masing-masing guna mempercepat proses pemulihan setelah latihan maupun pertandingan.

Seluruh aktivitas pemain dipantau melalui sistem analisis performa berbasis data. Beban kerja eksternal, seperti jarak tempuh dan jumlah sprint berintensitas tinggi, direkam menggunakan teknologi GPS. Sementara itu, beban kerja internal, termasuk variasi detak jantung, dipantau melalui perangkat wearable yang dikenakan pemain selama latihan.Bagi Tuchel, seluruh data tersebut menjadi dasar dalam menentukan intensitas latihan, waktu pemulihan, hingga kesiapan fisik pemain menghadapi pertandingan. Strategi itu diharapkan menjadi modal penting saat Inggris menghadapi cuaca ekstrem di Miami dalam upaya melaju ke semifinal Piala Dunia 2026.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini