KORANBOGOR.com,TEHERAN-Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah menghancurkan depot kapal permukaan tak berawak (drone) milik Amerika Serikat (AS) serta pusat kecerdasan buatan (AI) utama di Bahrain sebagai balasan atas serangan militer AS terhadap Iran selama sepekan ini.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (17/7/2026), IRGC menyebut serangan tersebut dilakukan setelah militer AS dinilai telah melakukan kejahatan perang dengan menyerang sejumlah jembatan di Iran pada Kamis (16/7/2026) malam. Menurut IRGC, serangan itu menyebabkan sejumlah warga sipil tewas dan terluka.
“Pasukan kami berhasil menghancurkan depot kapal drone AS di Bahrain dan banyak di antaranya terbakar,” klaim IRGC, dikutip dari Anadolu, Sabtu (18/7/2026).
Selain itu, IRGC juga mengeklaim telah meruntuhkan sepenuhnya pusat kecerdasan buatan utama di Bahrain. Fasilitas tersebut, menurut Iran digunakan oleh AS untuk membantu musuh dalam pemilihan target untuk melakukan kejahatan perang.
“Sasaran dihantam dengaan beberapa rudal balistik dan puluhan drone,” lanjut IRGC.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC memperingatkan akan memperluas serangan jika AS kembali menargetkan jembatan maupun infrastruktur transportasi di Iran.
Mereka mengancam akan menyerang aset industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan terpenting dari perusahaan-perusahaan dengan pemegang saham Amerika di negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan.
“Semua negara yang menampung pangkalan militer AS di kawasan tersebut adalah mitra dalam kejahatan perang ini,” pungkas IRGC.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS maupun otoritas Bahrain terkait klaim yang disampaikan IRGC tersebut.