Thomas Tuchel Jadi Sorotan,Bukayo Saka Tampil Jadi Bintang Kemenangan Bagi Inggris

Harus Baca

KORANBOGOR.com-Bukayo Saka menjadi bintang kemenangan Inggris, setelah mencetak hat-trick saat The Three Lions mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia.

Penampilan gemilang pemain Arsenal itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai keputusan pelatih Thomas Tuchel yang tidak memainkannya sebagai starter pada semifinal melawan Argentina.

Kemenangan ini memastikan Inggris menutup turnamen di posisi ketiga. Di sisi lain, performa Saka memperkuat anggapan bahwa ia seharusnya mendapat peran lebih besar sepanjang turnamen.Bukayo Saka mengaku ingin memperoleh lebih banyak kesempatan bermain di Piala Dunia. Meski demikian, ia enggan memperpanjang polemik mengenai keputusan pelatih.

“Tentu saja, saya ingin bermain lebih banyak. Namun tentu saja, ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu sekarang. Saya mencoba membuktikan kemampuan saya di lapangan. Sudah selesai. Mari kita lanjutkan,” kata Bukayo Saka kepada BBC seusai pertandingan, Minggu (19/7/2026).

Ketika ditanya apakah performanya menjadi kabar baik bagi pendukung Arsenal, Bukayo Saka menegaskan, kondisinya sudah pulih sepenuhnya.

“Ya. Saya bugar. Saya bugar,” tegasnya.Thomas Tuchel mengungkapkan, keputusan mencadangkan Saka pada semifinal melawan Argentina murni berdasarkan pertimbangan taktik. Saat itu, ia memilih Morgan Rogers sebagai starter karena yakin sang pemain bisa memberikan dampak lebih besar.

“Dia melakukan semuanya dengan benar. Saya hanya punya firasat di semifinal saat Morgan Rogers bertanding bahwa dia akan terlibat dalam sesuatu yang istimewa. Itu saja,” ujar Tuchel.

Pelatih asal Jerman tersebut juga menegaskan Bukayo Saka tetap menjadi pemain penting dalam skuad Inggris.

“Bukayo menunjukkan bahwa dia adalah pemain kunci, itu tidak pernah diragukan. Saya bahkan tidak menyadari dia mencetak hat-trick melawan Prancis. Saya kehilangan gambaran umum tentang para pencetak gol,” lanjutnya.

Penampilan Bukayo Saka saat melawan Prancis menjadi kontras dengan laga semifinal ketika Inggris kalah dari Argentina. Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, Inggris tampil lebih agresif, efektif dalam penguasaan bola, serta tajam saat melakukan serangan balik.Saka sendiri menutup turnamen dengan torehan tiga gol dan tiga assist. Sebelumnya, pemain berusia itu juga mencatat tiga assist hanya dalam 192 menit bermain di fase gugur.

Meski berhasil membawa Inggris finis di posisi ketiga, keputusan Tuchel mencadangkan Saka pada semifinal tetap menjadi sorotan. Banyak pengamat menilai winger Arsenal tersebut layak menjadi starter mengingat pengalaman dan kontribusinya bersama tim nasional.

Selain itu, performa lini belakang Inggris juga masih menjadi pekerjaan rumah. Setelah sempat unggul 4-0 atas Prancis, The Three Lions kebobolan empat gol hingga skor sempat menipis menjadi 4-3 sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 6-4.Hasil tersebut memang mengantarkan Inggris meraih medali perunggu. Namun, evaluasi terhadap keputusan taktik Tuchel dan konsistensi permainan tim diperkirakan masih akan menjadi pembahasan menjelang agenda internasional berikutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

3 Dasawarsa Mengabdi: Wakil Bupati Bogor Hadiri Puncak Milad ke-30 dan Haul Akbar Pesantren Modern Daarul Uluum Lido yang Berlangsung Khidmat

KORANBOGOR.com,CIGOMBONG-Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Lido (Dulido) sukses menggelar perhelatan akbar dalam rangka memperingati Milad ke-30 (3 Dasawarsa) sekaligus...

Berita Terkait