KORANBOGOR.com,LONDON-Gelombang panas yang melanda Eropa semakin menekan aktivitas bisnis, termasuk sektor perhotelan dan restoran. Kondisi tersebut mengurangi produktivitas, menekan belanja konsumen, serta meningkatkan biaya operasional perusahaan.
Di Kota Padua, Italia, tradisi aperitivo atau minum bersama menjelang makan malam yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad kini ikut terdampak. Jam tradisional aperitivo sekitar pukul 18.00-19.00 waktu setempat nyaris hilang karena masyarakat memilih berada di dalam ruangan berpendingin udara untuk menghindari suhu panas.
Akibatnya, sejumlah pelaku usaha perhotelan dan restoran mengalami penurunan penjualan. Presiden asosiasi usaha perhotelan APPE Padova Federica Luni mengatakan waktu pelaksanaan aperitivo kini cenderung lebih larut sehingga area tempat duduk di luar ruangan tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.“Yang berarti area tempat duduk di luar ruangan, teras, ruang di luar menjadi tidak bisa digunakan dan kosong,” kata Luni, dikutip Reuters, Minggu (16/8/2026).
Berdasarkan survei terhadap sekitar 600 usaha perhotelan di Kota Padua dan wilayah provinsinya, lebih dari 80% responden melaporkan penurunan omzet sekitar 20% selama gelombang panas terbaru. “Penurunan 20% menghapus margin Anda,” ujar Luni.
Selain menekan pendapatan usaha, gelombang panas ekstrem juga menimbulkan persoalan bagi perusahaan dalam memperoleh perlindungan asuransi. Kerugian akibat suhu ekstrem sering kali tidak masuk dalam cakupan tradisional asuransi gangguan usaha (business interruption insurance).Moody’s memperkirakan gelombang panas di Eropa pada musim panas tahun lalu menyebabkan kerugian output ekonomi sebesar €43 miliar atau sekitar US$50 miliar. Namun, pembayaran klaim yang diasuransikan hanya mencapai sekitar €500 juta.
Managing Director Climate and Sustainability Marsh Swenja Surminski mengatakan suhu panas ekstrem bukan risiko yang secara tradisional banyak ditanggung asuransi.
“Panas ekstrem jarang menyebabkan kerusakan fisik besar seperti banjir atau badai, tetapi gangguan operasional dan keuangan yang ditimbulkannya dapat sama parahnya,” kata Surminski.