Iran Klaim Menang Perang Atas Israel dan AS

Harus Baca

Foto: Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeklaim Iran meraih kemenangan secara militer dan politik dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan pada hari yang sama ketika nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Iran dan AS yang berlaku selama 60 hari resmi berakhir. (Middle East Online)

KORANBOGOR.com-Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeklaim Iran meraih kemenangan secara militer dan politik dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan pada hari yang sama ketika nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Iran dan AS yang berlaku selama 60 hari resmi berakhir.

“Saya mengatakan dengan sepenuh hati bahwa kami benar-benar memenangkan perang ini, baik secara militer maupun politik. Ini bukan berarti kami menghancurkan militer AS,” kata Ghalibaf, seprti dilansir morningstaronline.co.uk, Senin (17/8/2026). Menurut dia, AS dan Israel menyerang Iran dengan sembilan tujuan yang telah dinyatakan secara spesifik. Namun, Ghalibaf mengeklaim tidak satu pun dari tujuan tersebut berhasil dicapai.

“Maksud saya adalah AS dan Israel menyerang kami dengan sembilan tujuan spesifik dan dinyatakan secara terbuka, tetapi gagal mencapai satu pun dari sembilan tujuan tersebut pada tingkat apa pun,” ujarnya.

Ghalibaf menyebut kegagalan tersebut sebagai kekalahan mutlak terbesar bagi AS dan Israel. Selain mengeklaim kemenangan di medan perang, Ghalibaf juga menyebut Iran meraih kemenangan dalam aspek diplomasi. “Pada bidang diplomatik juga, kesepakatan tersebut merupakan sumber kebanggaan dan kemenangan di medan diplomasi,” katanya.

Sementara itu, Komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Yadollah Javani, menanggapi berakhirnya MoU dengan menyatakan postur pertahanan Iran berpotensi bergeser menjadi sikap ofensif.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan kebijakan baru yang disebut sebagai pencegahan maksimum. Belum terlihat tanda-tanda Iran maupun AS bersedia memperpanjang kesepakatan tersebut. MoU yang sebelumnya disepakati kedua pihak juga dilaporkan dilanggar AS tidak lama setelah mulai berlaku.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran belum mengambil keputusan untuk kembali melakukan perundingan dengan AS. “Kami belum mengambil keputusan untuk memulai kembali negosiasi dengan Amerika Serikat,” tulis Araghchi melalui Telegram pada Sabtu (15/8/2026).

Meski demikian, mediator dari Qatar dan Pakistan masih terus bertukar pesan dengan Iran dalam upaya mencari kesepakatan baru. MoU tersebut ditandatangani pada 17 Juni 2026 oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian setelah perundingan tingkat tinggi yang berlangsung di Pakistan.

Kesepakatan itu dimaksudkan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari 3 bulan dan menewaskan ribuan orang serta mengganggu aktivitas perdagangan di kawasan Teluk, terutama ekspor minyak dan gas yang menjadi komoditas penting bagi dunia. Kesepakatan tersebut sebelumnya memisahkan persoalan kompleks, termasuk program nuklir Iran, untuk dibahas pada tahap berikutnya. Fokus awalnya adalah mencari solusi diplomatik untuk menghentikan perang dengan Teheran sekaligus mengakhiri serangan Israel terhadap Lebanon.

Namun, Israel disebut tidak pernah menghentikan serangannya terhadap Lebanon. Pada sisi lain, Trump mengatakan kepada Fox News, terdapat jalur komunikasi rahasia atau backchannel untuk melakukan pembicaraan dengan Iran.

Meski demikian, Trump meminta Iran menyerah dan mengangkat bendera putih. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump juga mengeklaim kemenangan AS dalam konflik tersebut.

Melalui media sosial, Trump menegaskan tujuan utama AS tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir. “Tujuan nomor satu adalah, dan akan selalu menjadi, Iran tidak dapat memiliki, dalam bentuk atau cara apa pun, senjata nuklir,” tulis Trump.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Panglima TNI Hadiri Karnaval Bersatu, Meriahkan Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Karnaval Bersatu meriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan...

Berita Terkait