




KORANBOGOR.com,JAKARTA-Indonesia merupakan destinasi paling populer bagi mahasiswa universitas Australia dalam program New Colombo Plan (NCP) Pemerintah Australia, yang mencerminkan kuatnya kemitraan pendidikan Australia-Indonesia serta hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Pada 2026, Indonesia mencatat jumlah peserta NCP terbanyak sepanjang sejarah, dengan pendanaan yang diberikan untuk mendukung 29 penerima beasiswa, 170 peserta program satu semester, dan 691 penerima hibah mobilitas.
Antara Januari 2025 hingga 30 Juni 2026, lebih dari 1.300 mahasiswa Australia memulai program studi, magang, penelitian, dan berbagai kegiatan keterlibatan masyarakat di seluruh Indonesia melalui NCP.
Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath mengatakan bahwa New Colombo Plan membantu membangun generasi pemimpin Australia-Indonesia berikutnya.
“Indonesia merupakan salah satu tetangga dan mitra terdekat Australia. Melalui New Colombo Plan, mahasiswa Australia memperoleh pengalaman langsung di Indonesia, membangun persahabatan yang harmonis, serta memperluas jaringan profesional yang akan memperkuat hubungan kedua negara di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Kuasa Usaha Kamath.
Mahasiswa Australia mengikuti berbagai program bersama universitas, dunia usaha, dan organisasi masyarakat Indonesia di bidang kesehatan, teknik, keberlanjutan, bisnis, dan ilmu sosial. Banyak dari mereka juga menjalani program magang serta proyek kolaboratif yang mendukung pembelajaran bersama dan inovasi.
Sebanyak 26 universitas Australia menerima pendanaan NCP untuk program di Indonesia dalam putaran pendanaan tahun 2025 dan 2026. Dari Juni hingga Juli tahun ini, program Capstone dari RMIT University membawa kelompok terbesar sepanjang sejarahnya, yaitu 43 mahasiswa tingkat akhir bidang Teknik dan Teknologi Komputasi, untuk mempelajari bahasa Indonesia dan mengikuti program pendalaman budaya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, mereka juga menjalankan berbagai program bersama LSM, instansi pemerintah, dan mitra industri di bidang energi terbarukan, inovasi keberlanjutan dan teknologi.
Pertanyaan Media: Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.