KORANBOGOR.com,JAKARTA-Urusan dompet tertinggal atau surat-surat kendaraan terselip di rumah sering bikin waswas di jalan. Cerita klasik ini perlahan mau dihapus oleh Korps Lalu Lintas Polri.
Tepat pada Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meresmikan deretan inovasi baru berbasis digital di Jakarta.
Layanan yang berpusat di aplikasi Digital Korlantas ini dirancang agar urusan berkendara makin praktis dan tidak berbelit.
STNK Digital, Cukup Lewat Layar Ponsel
Setelah SIM digital meluncur lebih dahulu, kini giliran STNK yang masuk ke dalam genggaman.
Data kendaraan di aplikasi terhubung langsung dengan basis data Korlantas Polri dan diverifikasi lewat kode QR dinamis.Tenang, keamanannya dijaga ketat. Dokumen di dalam aplikasi dilindungi fitur pencegah rekaman layar (screen record), maupun screenshot agar tak disalahgunakan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo menegaskan STNK digital ini legal dan punya kekuatan hukum yang sama dengan lembaran fisik.
“Kalau suatu saat ketinggalan atau tidak membawa STNK fisik, masyarakat cukup menunjukkan STNK digital yang diunduh langsung dari aplikasi Digital Korlantas,” ujar Wibowo.
Urus Tilang Tanpa Ribet, Beda Denda Dikembalikan
Inovasi lain yang dihadirkan adalah sistem pembayaran tilang terintegrasi.
Kalau kendaraan terkena jepretan kamera ETLE, notifikasinya bakal masuk ke aplikasi.
Pemilik kendaraan tinggal mengecek data, konfirmasi, lalu membayar titipan denda lewat fitur LantasPay.
Sistemnya juga makin adil. Uang titipan denda maksimal akan diteruskan ke rekening kejaksaan untuk proses sidang.
Nanti, jika putusan hakim menetapkan nilai denda lebih rendah dari uang titipan, sisa dananya otomatis masuk lagi ke saldo pengguna.
Cetak SIM Sendiri hingga Tes Kesiapan Mental
Bukan cuma STNK dan tilang, Korlantas turut mengenalkan Kios SIM—anjungan mandiri untuk memperpanjang SIM A dan C.
Warga cukup daftar, pindai kode QR di mesin, cek data, lalu tekan tombol cetak.
Pada tahap awal, Kios SIM baru disebar di area Jabodetabek sebelum diperluas ke daerah lain.Ada juga aplikasi Siap Jalan, fitur unik yang mengajak pengemudi mengecek kondisi psikologis dan potensi risiko sebelum menginjak pedal gas.
Sederet pembaruan ini jadi sinyal kuat: pelayanan lalu lintas sedang digeser agar lebih transparan, aman, dan memanusiakan pengendara