ilustrasi
KORANBOGOR.com-Warga dari lebih dari 80 rumah di sekitar pangkalan militer RAF Fairford, Inggris, harus mengungsi semalaman karena polisi antiterror harus menyelidiki insiden besar di dekat pangkalan pembom utama Amerika Serikat (AS) di Inggris tersebut.
Kepolisian Gloucestershire mengatakan menerima panggilan sekitar pukul 00.45 BST pada Minggu (27/9/2026) waktu setempat terkait dengan kehadiran tiga kendaraan mencurigakan yang menuju pangkalan RAF.
RAF Fairford merupakan pusat penting Angkatan Udara AS dan pangkalan utama Eropa bagi pembom strategis AS.
Aparat kemudian menangkap lima orang pria dan masih ditahan hingga kini. Kelima pria tersebut awalnya ditangkap karena dicurigai melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak Inggris dan kemudian ditahan atas dugaan mempersiapkan aksi terorisme.
Mengutip BBC dan Fox News, Senin (28/9/2026), menurut mantan pejabat intelijen AS, kelima pria tersebut kemungkinan telah merencanakan serangan terkoordinasi kompleks dengan implikasi keamanan yang berpotensi luas bagi instalasi militer AS di seluruh dunia.
“Presiden Donald Trump pada akhirnya akan menjadi pihak yang memutuskan konsekuensinya jika memang jejak aksi ini mengarah ke Teheran,” kata pejabat Pentagon tersebut.
Menurut seorang warga setempat, keamanan di sekitar pangkalan telah ditingkatkan dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, ia mengaku terkejut ketika aktivitas para pria tersebut belum diketahui sebelumnya.